JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi.
Kondisi ini berbeda dengan negara tetangga, Malaysia, yang memutuskan membatasi kuota BBM subsidi jenis RON 95 dari sebelumnya 300 liter per orang per bulan menjadi 200 liter.
Bahlil mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga BBM di tengah terganggunya distribusi minyak global imbas konflik Timur Tengah.
Baca juga: Bahlil Imbau Masyarakat Gunakan Elpiji dan BBM Secukupnya
Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS per Barel, Apakah Harga BBM di Indonesia Ikut Naik? Ini Kata Bahlil dan PertaminaIa menjamin, RI belum menerapkan pembatasan kuota BBM subsidi, begitu pula dengan harganya masih tetap sama.
"Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk (BBM) subsidi. Masih tetap sama," ujar Bahlil di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil agar tetap terlindungi.
Bahlil bilang, ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan rakyat.
Baca juga: Ingatkan Warga Jangan Panic Buying BBM, Bahlil: Pakailah Secukupnya
"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami, bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati, dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita yang tidak memiliki kemampuan," ucapnya.
Bahlil menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, termasuk potensi konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan.
Evaluasi kebijakan pun akan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan global yang dapat berubah dalam hitungan minggu maupun bulan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seusai rapat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026) malam. "Dinamika ini kan kita akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," kata Bahlil.
Baca juga: Antisipasi Krisis Energi, Malaysia Kurangi Jatah BBM Subsidi
Untuk diketahui, pemerintah Malaysia sedang meninjau ulang kebijakan subsidi BBM dengan menyesuaikan kuota pembelian RON95.
Melalui program Budi95, kuota BBM yang dari 300 liter per orang per bulan direncanakan dipangkas menjadi 200 liter.
Kebijakan ini dipertimbangkan setelah harga BBM non-subsidi kembali mengalami lonjakan di tengah ketidakpastian akibat konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, pengumuman resmi diperkirakan dilakukan dalam waktu dekat.
Baca juga: Subsidi Dikurangi, Thailand Naikkan Harga BBM Mulai Hari Ini