Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wells Fargo Prediksi Harga Emas Tembus 6.300 Dollar AS pada 2026

Kompas.com, 30 Maret 2026, 10:54 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga keuangan global, Wells Fargo, mempertahankan pandangan bullish terhadap harga emas meskipun logam mulia tersebut tengah mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Dalam laporan terbarunya, Wells Fargo Investment Institute menaikkan proyeksi harga emas dunia pada akhir 2026 ke kisaran 6.100 dollar AS hingga 6.300 dollar AS per ons troi.

Proyeksi ini meningkat signifikan dibandingkan perkiraan sebelumnya di kisaran 4.500 dollar AS hingga 4.700 dollar AS.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini (30/3) Anjlok, Turun Rp 30.000 per Gram

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Kenaikan target tersebut mencerminkan keyakinan Wells Fargo bahwa tren jangka panjang emas masih didukung oleh faktor struktural, meskipun dalam beberapa pekan terakhir harga mengalami koreksi cukup dalam.

Harga emas dunia tertekan dalam jangka pendek

Harga emas diketahui mengalami tekanan di tengah kombinasi faktor makroekonomi, termasuk kebijakan suku bunga dan penguatan dollar AS.

Dikutip dari Mining.com, Senin (30/3/2026), dalam beberapa waktu terakhir, emas bahkan sempat turun sekitar 15 persen dalam satu bulan, mencerminkan meningkatnya volatilitas pasar.

Tekanan tersebut terjadi ketika pasar mempertimbangkan arah kebijakan moneter Amerika Serikat di tengah inflasi yang masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset non-yielding menjadi berkurang.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 30 Maret 2026

Director of metals trading High Ridge Futures, David Meger, mengatakan kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik justru mendorong inflasi tetap tinggi, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga.

“Kenaikan harga energi akibat terus berlanjutnya eskalasi perang memperparah inflasi,” ujar Meger.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Wells Fargo mempertahankan pandangan bullish terhadap harga emas meskipun logam mulia tersebut tengah mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas dalam jangka pendek.

“Saya rasa tidak ada kekurangan permintaan akan tempat perlindungan yang aman. Saya hanya percaya bahwa tekanan lain melampaui permintaan tersebut,” kata dia.

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 30 Maret 2026: Cek Rincian Galeri 24 dan UBS

Selain itu, penguatan imbal hasil obligasi (yield) dan dolar AS turut menekan harga emas karena meningkatkan opportunity cost dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Koreksi setelah mencetak rekor

Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran 5.600 dollar AS per ons troi pada Januari 2026.

Namun setelah itu, harga mengalami koreksi sekitar 19 persen dan bergerak di kisaran 4.400 dollar AS per ons troi pada akhir Maret 2026.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau