Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga keuangan global, Wells Fargo, mempertahankan pandangan bullish terhadap harga emas meskipun logam mulia tersebut tengah mengalami tekanan dalam jangka pendek.
Dalam laporan terbarunya, Wells Fargo Investment Institute menaikkan proyeksi harga emas dunia pada akhir 2026 ke kisaran 6.100 dollar AS hingga 6.300 dollar AS per ons troi.
Proyeksi ini meningkat signifikan dibandingkan perkiraan sebelumnya di kisaran 4.500 dollar AS hingga 4.700 dollar AS.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini (30/3) Anjlok, Turun Rp 30.000 per Gram
Ilustrasi emas. Kenaikan target tersebut mencerminkan keyakinan Wells Fargo bahwa tren jangka panjang emas masih didukung oleh faktor struktural, meskipun dalam beberapa pekan terakhir harga mengalami koreksi cukup dalam.
Harga emas diketahui mengalami tekanan di tengah kombinasi faktor makroekonomi, termasuk kebijakan suku bunga dan penguatan dollar AS.
Dikutip dari Mining.com, Senin (30/3/2026), dalam beberapa waktu terakhir, emas bahkan sempat turun sekitar 15 persen dalam satu bulan, mencerminkan meningkatnya volatilitas pasar.
Tekanan tersebut terjadi ketika pasar mempertimbangkan arah kebijakan moneter Amerika Serikat di tengah inflasi yang masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset non-yielding menjadi berkurang.
Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 30 Maret 2026
Director of metals trading High Ridge Futures, David Meger, mengatakan kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik justru mendorong inflasi tetap tinggi, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga.
“Kenaikan harga energi akibat terus berlanjutnya eskalasi perang memperparah inflasi,” ujar Meger.
Wells Fargo mempertahankan pandangan bullish terhadap harga emas meskipun logam mulia tersebut tengah mengalami tekanan dalam jangka pendek.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas dalam jangka pendek.
“Saya rasa tidak ada kekurangan permintaan akan tempat perlindungan yang aman. Saya hanya percaya bahwa tekanan lain melampaui permintaan tersebut,” kata dia.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 30 Maret 2026: Cek Rincian Galeri 24 dan UBS
Selain itu, penguatan imbal hasil obligasi (yield) dan dolar AS turut menekan harga emas karena meningkatkan opportunity cost dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran 5.600 dollar AS per ons troi pada Januari 2026.
Namun setelah itu, harga mengalami koreksi sekitar 19 persen dan bergerak di kisaran 4.400 dollar AS per ons troi pada akhir Maret 2026.