Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SMCB Cetak Laba Rp 659 Miliar di Tengah Lesunya Industri Semen 2025

Kompas.com, 30 Maret 2026, 20:30 WIB
Suparjo Ramalan ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatat kinerja keuangan sepanjang 2025 di tengah tekanan industri semen nasional. Pendapatan turun, namun laba tetap terjaga.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi 2025, pendapatan SMCB tercatat Rp 10,73 triliun. Angka ini turun dari Rp 11,82 triliun pada 2024. Penurunan sejalan dengan melemahnya permintaan di industri semen domestik.

Perseroan tetap membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 659 miliar.

Dari sisi operasional, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 8,32 triliun dari Rp 9,26 triliun pada 2024. Penurunan ini menopang laba kotor yang mencapai Rp 2,42 triliun.

Kinerja operasional juga tercermin dari EBITDA sebesar Rp 1,87 triliun.

Baca juga: Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp 1,54 Triliun, Tumbuh 20,65 Persen

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali menyebut strategi transformasi dijalankan untuk menjaga kinerja. Fokus diarahkan pada efisiensi dan penguatan penjualan.

“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan margin tinggi,” ujar Rizki lewat keterangan pers, Senin (30/3/2026).

Strategi ini mulai diterapkan sejak semester II-2025. Hasilnya, volume penjualan semen dan terak mencapai 12,1 juta ton dengan pendapatan sekitar Rp 10,7 triliun.

Program efisiensi juga menekan beban keuangan hingga 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan juga memperkuat struktur permodalan dan mempercepat pembayaran pinjaman. Langkah ini menjaga kesehatan neraca dan likuiditas.

SMCB melanjutkan sinergi dengan PT Semen Indonesia Tbk (SIG). Perusahaan menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk menjaga pertumbuhan.

Salah satu proyek utama adalah pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur. Proyek ini merupakan kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas ekspor 500.000 hingga 1 juta ton semen. Target operasional pada pertengahan 2026.

Baca juga: Bukan di Gresik, Ini Pabrik Semen Pertama di RI

Selain ekspor, kerja sama juga mencakup pengembangan bisnis stabilisasi tanah. Langkah ini diarahkan untuk membuka pasar baru di sektor konstruksi.

Data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) menunjukkan tekanan industri masih berlanjut. Produksi semen nasional turun 4,5 persen dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton pada 2025.

Penjualan domestik juga turun sekitar 1,5 persen.

Pelemahan dipicu daya beli masyarakat yang menurun, curah hujan tinggi, serta perlambatan proyek infrastruktur. Industri juga menghadapi kelebihan kapasitas produksi yang menekan persaingan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau