SURABAYA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,71 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan angka nasional, di tengah dorongan pertumbuhan ekonomi daerah.
Capaian ini disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di Gedung DPRD Jatim, Senin (30/3/2026).
“Penurunan pengangguran hingga sekitar 90 ribu orang turut memperkuat indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja,” kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Airlangga: Kebijakan WFH Sektor Swasta Tunggu Surat Edaran Kemnaker
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur mencapai 76,13 atau meningkat 0,78 poin dan melampaui target RKPD. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang relatif konsisten.
“Penguatan SDM dan pelayanan publik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan dan kesehatan,” terangnya.
Di sisi lain, kualitas pelayanan publik Jawa Timur berada pada skor 4,75 dari skala 5. Angka ini mencerminkan profesionalitas serta responsivitas tata kelola pemerintahan.
Khofifah menambahkan, pembangunan sosial dan keberlanjutan lingkungan juga berjalan seimbang. Hal ini tercermin dari Indeks Kesalehan Sosial (IKS) sebesar 77,49 dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 73,43.
"Seluruh capaian IKU ini menunjukkan bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif, merata, dan berkelanjutan," tuturnya.
Baca juga: Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, Pengangguran Naik ke 4,4 Persen
Sebelumnya, perekonomian Jawa Timur pada 2025 tercatat tumbuh 5,33 persen, melampaui target RKPD sebesar 4,80 hingga 5,20 persen.
Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa, menjadikannya salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
“Jawa Timur juga mencatat kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa,” ujar Khofifah.
Pertumbuhan ini ditopang sektor investasi, jasa, industri pengolahan, perdagangan, hingga pertanian.
Baca juga: PHK di AS Turun Tajam, tapi Klaim Tunjangan Pengangguran Tak Berubah
Realisasi investasi di Jawa Timur mencapai Rp 147,7 triliun pada 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir, mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah.
Kinerja perdagangan juga menguat, dengan nilai ekspor tumbuh 16,61 persen, terutama dari sektor nonmigas.
Transaksi dari 12 kali misi dagang dalam negeri tercatat Rp 16,31 triliun, sedangkan misi dagang luar negeri ke Singapura mencapai Rp 4,163 triliun.