Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengangguran Jatim Turun 3,71 Persen, Ekonomi Ikut Terdorong

Kompas.com, 1 April 2026, 10:00 WIB
Izzatun Najibah,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,71 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan angka nasional, di tengah dorongan pertumbuhan ekonomi daerah.

Capaian ini disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di Gedung DPRD Jatim, Senin (30/3/2026).

“Penurunan pengangguran hingga sekitar 90 ribu orang turut memperkuat indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja,” kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Airlangga: Kebijakan WFH Sektor Swasta Tunggu Surat Edaran Kemnaker

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur mencapai 76,13 atau meningkat 0,78 poin dan melampaui target RKPD. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang relatif konsisten.

“Penguatan SDM dan pelayanan publik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Di sisi lain, kualitas pelayanan publik Jawa Timur berada pada skor 4,75 dari skala 5. Angka ini mencerminkan profesionalitas serta responsivitas tata kelola pemerintahan.

Khofifah menambahkan, pembangunan sosial dan keberlanjutan lingkungan juga berjalan seimbang. Hal ini tercermin dari Indeks Kesalehan Sosial (IKS) sebesar 77,49 dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 73,43.

"Seluruh capaian IKU ini menunjukkan bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif, merata, dan berkelanjutan," tuturnya.

Baca juga: Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, Pengangguran Naik ke 4,4 Persen

Ekonomi tumbuh, kontribusi nasional menguat

Sebelumnya, perekonomian Jawa Timur pada 2025 tercatat tumbuh 5,33 persen, melampaui target RKPD sebesar 4,80 hingga 5,20 persen.

Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa, menjadikannya salah satu penggerak utama ekonomi nasional.

“Jawa Timur juga mencatat kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa,” ujar Khofifah.

Pertumbuhan ini ditopang sektor investasi, jasa, industri pengolahan, perdagangan, hingga pertanian.

Baca juga: PHK di AS Turun Tajam, tapi Klaim Tunjangan Pengangguran Tak Berubah

Investasi, ekspor, dan kemiskinan membaik

Realisasi investasi di Jawa Timur mencapai Rp 147,7 triliun pada 2025, tertinggi dalam enam tahun terakhir, mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah.

Kinerja perdagangan juga menguat, dengan nilai ekspor tumbuh 16,61 persen, terutama dari sektor nonmigas.

Transaksi dari 12 kali misi dagang dalam negeri tercatat Rp 16,31 triliun, sedangkan misi dagang luar negeri ke Singapura mencapai Rp 4,163 triliun.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau