Menanti 133.000 Prajurit Unjuk Gigi dalam HUT Ke-80 TNI, Terbesar Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 05/10/2025, 05:55 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Nawir Arsyad Akbar

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia ( TNI) akan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 pada Minggu (5/10/2025) di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

Peringatan tahun ini disebut sebagai perayaan terbesar sepanjang sejarah HUT TNI, dengan melibatkan sekitar 133.000 prajurit dari ketiga matra, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), serta berbagai komponen pendukung.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memastikan, seluruh rangkaian persiapan hingga geladi bersih berjalan lancar tanpa hambatan.

Baca juga: Awas Macet, Hindari Ruas Jalan Ini Saat HUT ke-80 TNI di Monas

Puncak perayaan HUT ke-80 TNI akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Inspektur Upacara, didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI, serta seluruh Kepala Staf Angkatan.

Kekuatan 133.000 Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah

Freddy menyebutkan bahwa jumlah personel yang dikerahkan tahun ini mencapai 133.000 prajurit dan unsur pendukung, meningkat signifikan dibanding 100.000 personel pada HUT ke-79 pada tahun lalu.

"Ini jauh lebih besar dari tahun lalu. Dari tahun lalu pada HUT ke-79, yang kita lihat begitu besar dan masif itu, itu hanya 100 ribu (personel)," kata Freddy ditemui usai geladi bersih, Jumat (3/10/2025).

Selain pasukan, sebanyak 1.047 alat utama sistem senjata ( alutsista) juga akan dikerahkan untuk memperkuat demonstrasi kemampuan TNI.

Baca juga: Koalisi Sipil Desak Hentikan Total Multifungsi TNI di Ranah Sipil

TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju

Perayaan HUT ke-80 TNI mengusung tema “TNI Prima-TNI Rakyat-Indonesia Maju”.

Freddy menjelaskan, istilah “TNI Prima” mencerminkan visi Panglima TNI yang menekankan pentingnya profesionalisme, responsivitas, integrasi, modernisasi, dan adaptivitas prajurit.

“Kemudian 'TNI Rakyat' ambil dari jati diri TNI, yaitu tentara rakyat, tentara berjuang, tentara profesional, kemudian tentara nasional," ujar Freddy.

"Adapun 'Indonesia Maju' berarti, di samping kemampuan tempur, itu kemampuan dalam operasi militer selain perang (OMSP) itu mendukung seluruh program nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju," sambungnya.

Baca juga: HUT ke-80 TNI: Jalan Sekitar Monas Ditutup Besok, Ini Rute Alternatifnya

Gladi defile pasukan dan alutsista untuk HUT ke-80 RI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025) besok. Dok. TNI AD Gladi defile pasukan dan alutsista untuk HUT ke-80 RI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025) besok.

Victory Jump hingga Deretan Alutsista

Selain parade dan defile, masyarakat akan disuguhkan beragam demonstrasi kemampuan prajurit dan alutsista.

Beberapa di antaranya meliputi simulasi penanggulangan bencana, demonstrasi serbuan cepat pasukan khusus, serta aksi victory jump oleh pasukan lintas udara.

Freddy berharap dukungan masyarakat agar TNI terus dekat dengan rakyat.

Selain itu, TNI AD akan menurunkan ribuan prajurit dan berbagai alutsista unggulan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, alutsista yang ditampilkan mencakup kendaraan tempur berat seperti Tank Leopard, Tank Harimau, dan Marder, serta sistem artileri seperti Meriam Caesar 155 mm dan roket Astros MLRS.

Baca juga: HUT Ke-80 TNI 5 Oktober: Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp 80

Selain itu, ada juga sistem pertahanan udara Mistral Atlas, Radar CM 200, serta kendaraan taktis seperti Anoa, Maung, Bushmaster, dan ATAV.

TNI AD juga mengerahkan helikopter dari Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad), meliputi jenis Apache, Bell 412, Fennec, dan Mi-17.

Dari matra laut, TNI AL akan mengerahkan delapan satuan setingkat brigade dan empat satuan setingkat batalyon.

Pasukan terdiri dari jajaran Koarmada, Korps Marinir, lembaga pendidikan TNI AL, serta taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Baca juga: TNI Bakal Bagi Sembako dan Makan Gratis saat Puncak HUT ke-80 di Monas

Kapal perang mengikuti Sailing Pass di perairaan Teluk Jakarta, Kamis (2/10/2025). Parade yang diikuti 51 kapal perang tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Kapal perang mengikuti Sailing Pass di perairaan Teluk Jakarta, Kamis (2/10/2025). Parade yang diikuti 51 kapal perang tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menjelaskan, alutsista yang dikerahkan meliputi Tank Amfibi, Meriam Howitzer, kendaraan rumah sakit lapangan, kendaraan tempur peluncur roket, kendaraan taktis TNI AL, hingga rudal-rudal strategis.

Sementara dari matra udara, TNI AU menyiapkan sekitar 8.600 personel dan 157 pesawat untuk memeriahkan perayaan di langit Monas.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, dari total 157 pesawat, 143 unit akan terlibat dalam demo udara, sementara 14 unit disiagakan sebagai cadangan.

“Pesawat yang ikut terdiri dari pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, dan helikopter. Demo udara ini merupakan gabungan antara pesawat TNI AU, TNI AD, dan TNI AL,” kata Nyoman.

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com