Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Tes Literasi-Numerasi di MPLS 2025, Mendikdasmen: Sifatnya Sederhana

Kompas.com, 15 Juli 2025, 14:46 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, ada asesmen literasi dan numerasi di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 bukan untuk menyusahkan siswa baru

Menurut Mu'ti, asesmen lirerasi dan numerasi itu hanya bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dan bersifat sederhana.

"Sifatnya sederhana saja, sekadar untuk tahu kemampuan mereka itu di tingkat apa, dan ini biasa, normal-normal," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jumat (11/7/2025).

Mu'ti juga menjelaskan, asesmen ini diadakan karena sering kali ia mendengar kabar bahwa ada siswa jenjang SMP atau SMA belum bisa membaca atau berhitung.

Baca juga: Cerita dari Sejumlah Sekolah yang Tak Dapat Murid Baru, MPLS Tetap Digelar

Perlu diadakan asesmen pada siswa baru

Hal itu, kata Mu'ti, membuat guru menjadi kesulitan dalam memberikan pengajaran sehingga perlu dilakukan asesmen pada siswa baru.

"Ada kritikan yang seringkali kita dengar, kita juga terima videonya, misalnya SMP belum bisa baca, SMA belum bisa berhitung yang itu kadang-kadang memang menjadi kesulitan tersendiri bagi guru ketika memulai mengajar," ujarnya.

Mu'ti melanjutkan, nantinya hasil asesmen ini akan menjadi masukan untuk guru dalam mengorganisir dan menyusun pembelajaran.

Sehingga materi pembelajaran yang diberikan akan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan tidak ada siswa yang tertinggal.

Baca juga: Jadwal Hari Kedua sampai Hari Kelima MPLS 2025 SD, SMP, SMA Sederajat

"(Hasil asesmen) itu menjadi input bagi guru untuk nanti mengorganisasi pembelajaran, yang kurang mungkin perlu nanti ada semacam bridging (persiapan lebih) untuk mereka siap supaya nanti tidak tertinggal," ungkapnya.

"Sehingga, sekali lagi ini bukan merupakan tes yang menjadi penentu kelulusan, tapi lebih sebagai preliminary untuk mengetahui kemampuan awal mereka seperti apa," lanjut dia.

Mu'ti juga menegaskan, asesmen yang dikerjakan siswa nantinya juga bersifat sederhana dan tidak akan mempersulit para siswa.

Baca juga: MPLS 2025 di SDN Minomartani 2 Hanya Diikuti 2 Murid Baru, Ini Penyebabnya

Selain itu, tambah Mu'ti, asesmen literasi dan numerasi hanya akan dilaksanakan di jenjang SMP dan SMA, SMK. Sementara jenjang SD tidak ada asesmen apapun dalam MPLS 2025.

"Jadi SMP dan SMA sekali lagi ini bukan untuk mempersulit, sifatnya sederhana saja, sekadar tahu kemampuan mereka itu di tingkat apa," tandas Mu'ti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau