Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"TFI Fellowship 2026" Ajak Gen Z Lakukan Perubahan Nyata lewat Ruang Kelas

Kompas.com, 14 Januari 2026, 13:39 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com – Banyak hasil survei menyebut, makna dalam pekerjaan dan dampak sosial nyata menjadi bagian penting bagi Gen Z dalam bekerja.

Meski stabilitas finansial tetap menjadi prioritas karena biaya hidup tinggi, mereka semakin menginginkan pekerjaan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Teach First Indonesia (TFI), sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan, membuka peluang bagi para pemimpin muda untuk menjawab kegelisahan mereka akan ketimpangan sosial melalui sektor yang paling fundamental.

TFI membuka program Fellowship atau program Pengembangan Kepemimpinan yang menempatkan calon pemimpin muda untuk mengajar di sekolah-sekolah dengan kebutuhan tinggi selama dua tahun, sekaligus menciptakan dampak nyata melalui pendidikan.

“Berbagai studi menunjukkan bahwa saat ini Gen Z mencari pekerjaan yang bermakna. Program kami hadir sebagai respon langsung terhadap kebutuhan ini, memberikan kesempatan untuk bekerja sekaligus menciptakan perubahan yang nyata," ungkap Cara Riantoputra, CEO TFI.

"Dengan mengajar, para fellow memberikan kontribusi langsung pada anak-anak, sekaligus membangun jiwa kepemimpinan yang penting di setiap industri,” tambah Cara.

Cara menegaskan, pendidikan adalah isu kompleks dengan berbagai tantangan yang mendalam dan sistemik. Di berbagai daerah di Indonesia, jutaan anak masih mengalami kesulitan membaca dan menguasai matematika dasar.

"Kesenjangan pembelajaran di usia pendidikan dasar ini memiliki dampak jangka panjang, mulai dari keterbatasan akses ke tingkat pendidikan tinggi, peluang kerja, hingga mobilitas ekonomi di masa depan," jelasnya.

Memahami adanya lapisan permasalahan yang rumit, Teach First Indonesia bekerja sama dengan pemerintah, komunitas, dan sekolah untuk menjawab tantangan tersebut.

“Visi kami adalah memastikan agar setiap murid di Indonesia mendapatkan pembelajaran yang berkualitas dan memiliki guru yang percaya pada potensi mereka,” ujar Cara.

Baca juga: LPDP Fellowship Dokter Spesialis 2026 Dibuka, Begini Cara Daftarnya

Perubahan dari ruang kelas

Melalui program ini, TFI merekrut dan mengembangkan para pemimpin muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi pengajar berkualitas selama dua tahun di sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan.

Terinspirasi Teach For All, sebuah jaringan global yang hadir di 63 negara, pendekatan TFI percaya bahwa kepemimpinan berkualitas dibangun melalui pelayanan nyata.

Para murid SDN 2 Gempol, Kota Serang, Banten, bersama CEO Teach First Indonesia (TFI) Cara Riantoputra (kanan) dan Pembina TFI Maudy Ayunda (tengah).DOK. TFI Para murid SDN 2 Gempol, Kota Serang, Banten, bersama CEO Teach First Indonesia (TFI) Cara Riantoputra (kanan) dan Pembina TFI Maudy Ayunda (tengah).

“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang lahir dari pengalaman melayani secara langsung akan menciptakan perubahan yang berkelanjutan," tegas Cara.

Ketika para pemimpin muda memulai perjalanannya di ruang kelas, mereka tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga berbagai perspektif, rasa empati, ketekunan, dan rasa tanggung jawab yang besar.

"Ini merupakan nilai-nilai yang akan membentuk kontribusi mereka bagi Indonesia sepanjang perjalanan karir mereka di masa depan,” lanjut Cara.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau