KOMPAS.com - Mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) tidaklah mudah. Apalagi untuk tujuan double degree.
Seperti kisah Naufal Mohamad Firdausyan, yang punya ketertarikan pada isu-isu energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Ia kini melanjutkan studi program magister (S2) melalui program double degree.
Alumnus Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM angkatan 2019 ini berhasil lolos dalam program double degree di Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) FEB UGM dan Adam Smith Business School, University of Glasgow.
Lulus dan menjalani wisuda pada periode Agustus 2023, Naufal mengaku tidak langsung melanjutkan studi.
Baca juga: 12 Jurusan UGM dengan Daya Tampung Terbanyak, Acuan Daftar UTBK SNBT 2026
Ia memilih terlibat aktif dalam riset dan melakukan pengabdian pada masyarakat di Pusat Studi Energi (PSE) UGM.
Melakukan kegiatan itu, Naufal berfokus pada tata kelola hilir migas, transisi energi, serta evaluasi kebijakan energi nasional.
Pada akhirnya ia mendapat pengalaman dalam pengolahan data kuantitatif, studi primer lapangan, hingga koordinasi dengan berbagai mitra, termasuk institusi pemerintah.
Iapun semakin paham bahwa hilirisasi tambang dan berbagai proyek pembangunan berbasis sumber daya alam memerlukan pendekatan yang tidak hanya dinilai dari manfaat ekonomi, namun juga terkait berbagai hitungan biaya sosial yang menyertainya.
Baca juga: LPDP: 55 Persen Beasiswa untuk Studi Dalam Negeri, Ini Perbandingan Biaya S2/S3 Yogya dengan Inggris
Tidak hanya itu, Iapun menjadi tahu bahwa valuasi lingkungan menjadi instrumen penting agar degradasi lingkungan tidak diperlakukan sebagai eksternalitas yang diabaikan dalam perumusan kebijakan.
“Sering kali kita menghitung nilai tambah industri, tetapi tidak secara serius memasukkan nilai kerusakan lingkungan ke dalam perhitungan kebijakan. Di situ letak urgensi valuasi lingkungan,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Rabu (4/3/2026).
Fokus dan serius menekuni isu tersebut menuntun Naufal menjalani perkuliahan di MEP FEB UGM dengan bidang konsentrasi pembangunan ekonomi berkelanjutan di tahun 2025.
Baginya, program ini memberikan fondasi teoretis dan metodologis khususnya dalam teori-teori ekonomi, analisis kebijakan publik, serta pendekatan kuantitatif untuk evaluasi dampak.
Melalui program double degree, Naufal menjalani perkuliahan pada tahun pertama di MEP FEB UGM, dan berlanjut nantinya menempuh studi tahun kedua di University of Glasgow melalui program Master of Science in Environment and Sustainable Development di Adam Smith Business School.
Dalam studinya ini , Naufal menekankan belajarnya terkait integrasi aspek lingkungan dalam kerangka pembangunan ekonomi.
Baca juga: Anak Pejabat Dipastikan Boleh Dapat LPDP, Ada Skema Pembayaran Parsial
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya