Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Naufal Raih Beasiswa LPDP S2 UGM dan University of Glasgow, Ini Tips Tulis Esainya

Kompas.com, 4 Maret 2026, 19:01 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) tidaklah mudah. Apalagi untuk tujuan double degree.

Seperti kisah Naufal Mohamad Firdausyan, yang punya ketertarikan pada isu-isu energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ia kini melanjutkan studi program magister (S2) melalui program double degree.

Alumnus Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM angkatan 2019 ini berhasil lolos dalam program double degree di Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) FEB UGM dan Adam Smith Business School, University of Glasgow.

Lulus dan menjalani wisuda pada periode Agustus 2023, Naufal mengaku tidak langsung melanjutkan studi.

Baca juga: 12 Jurusan UGM dengan Daya Tampung Terbanyak, Acuan Daftar UTBK SNBT 2026

Ia memilih terlibat aktif dalam riset dan melakukan pengabdian pada masyarakat di Pusat Studi Energi (PSE) UGM.

Melakukan kegiatan itu, Naufal berfokus pada tata kelola hilir migas, transisi energi, serta evaluasi kebijakan energi nasional.

Pada akhirnya ia mendapat pengalaman dalam pengolahan data kuantitatif, studi primer lapangan, hingga koordinasi dengan berbagai mitra, termasuk institusi pemerintah.

Iapun semakin paham bahwa hilirisasi tambang dan berbagai proyek pembangunan berbasis sumber daya alam memerlukan pendekatan yang tidak hanya dinilai dari manfaat ekonomi, namun juga terkait berbagai hitungan biaya sosial yang menyertainya.

Baca juga: LPDP: 55 Persen Beasiswa untuk Studi Dalam Negeri, Ini Perbandingan Biaya S2/S3 Yogya dengan Inggris

Pilih program double degree

Tidak hanya itu, Iapun menjadi tahu bahwa valuasi lingkungan menjadi instrumen penting agar degradasi lingkungan tidak diperlakukan sebagai eksternalitas yang diabaikan dalam perumusan kebijakan.

“Sering kali kita menghitung nilai tambah industri, tetapi tidak secara serius memasukkan nilai kerusakan lingkungan ke dalam perhitungan kebijakan. Di situ letak urgensi valuasi lingkungan,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Rabu (4/3/2026).

Fokus dan serius menekuni isu tersebut menuntun Naufal menjalani perkuliahan di MEP FEB UGM dengan bidang konsentrasi pembangunan ekonomi berkelanjutan di tahun 2025.

Baginya, program ini memberikan fondasi teoretis dan metodologis khususnya dalam teori-teori ekonomi, analisis kebijakan publik, serta pendekatan kuantitatif untuk evaluasi dampak.

Melalui program double degree, Naufal menjalani perkuliahan pada tahun pertama di MEP FEB UGM, dan berlanjut nantinya menempuh studi tahun kedua di University of Glasgow melalui program Master of Science in Environment and Sustainable Development di Adam Smith Business School.

Dalam studinya ini , Naufal menekankan belajarnya terkait integrasi aspek lingkungan dalam kerangka pembangunan ekonomi.

Baca juga: Anak Pejabat Dipastikan Boleh Dapat LPDP, Ada Skema Pembayaran Parsial

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau