Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendidikan Syamsul Auliya Rachman yang Kena OTT KPK, Alumnus IPDN dan Doktor

Kompas.com, 13 Maret 2026, 21:21 WIB
Melvina Tionardus,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kinerja pemerintah Indonesia kembali tercoreng lantaran Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Jumat (13/3/2026).

KPK menyatakan OTT Syamsul terkait dugaan penerimaan suap dalam pengurusan proyek di Pemkab Cilacap.

“Terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup hari ini di wilayah Cilacap, diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, dilansir Kompas.com, Jumat.

OTT terjadi di Cilacap, Jawa Tengah dengan total 27 orang yang diamankan.
Syamsul dan para tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk kemudian dibawa ke KPK di Jakarta.

Profil Singkat

Syamsul baru berulang tahun ke-41 tahun pada 20 Februari 2026.

Ia merupakan putra asli Cilacap yang total harta kekayaan di LHKPN mencapai Rp Rp 12.039.790.782.
Data tersebut dilaporkan ke KPK pada 19 Januari lalu.

Syamsul memiliki dua bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Cilacap bernilai Rp 8.150.000.000. Namun tidak ada keterangan apakah aset tersebut hasil sendiri, hibah, atau warisan.

Baca juga: Prinsip Balance Education, Memastikan Pendidikan Karakter Tak Berhenti Usai Ramadan

Kemudian ia juga memiliki alat transportasi dan mesin dengan nilai keseluruhan Rp 1.400.000.000 berupa satu Toyota Mini Bus dengan keterangan hibah serta satu Toyota SUV dengan keterangan hasil sendiri.

Harta bergerak lainnya adalah Rp 360 juta kas dan setara kas Rp 1.295.400.782, harta lainnya Rp 1.050.000.000, dan utang Rp 215.610.000.

Riwayat Pendidikan

Syamsul menghabiskan masa SD hingga SMA di Cilacap.
Pada 2004 ia lalu masuk ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hingga lulus empat tahun setelahnya.

Gelar akademik pertama, S.STP membututi namanya.
Tahun 2010 ia meneruskan pendidikan S2 di bidang Ilmu Administrasi di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Tak ada keterangan di situs PDDikti kapan Syamsul lulus pendidikan Magister.
Terakhir, ia mengikuti pendidikan S3 di IPDN kembali pada 2016.

Pada 2023 Syamsul resmi merengkuh gelar Doktor Ilmu Pemerintahan.

Kehidupan Pribadi

Syamsul telah menikah dengan Ira Tanti Sartika dan memiliki dua anak.
Ira sendiri memiliki latar belakang pendidikan kedokteran umum dari Universitas Islam Bandung dan mendapat gelar dokter pada 2017.

Sebelum menjabat sebagai Bupati, Syamsul terlebih dahulu mengawali karier sebagai Kasi Trantibum Kec. Kedungreja, Cilacap tahun 2012.

Tahun 2017 ia terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap mendampingi Tatto Suwarto Pamuji.
Syamsul merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Indonesia di Iran, Dua Kali Mengungsi, Khawatir Putus Pendidikan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau