Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional Uzbekistan

Kompas.com, 16 Mei 2025, 10:37 WIB
Albertus Adit

Penulis

TASHKENT, KOMPAS.com – Suara khas angklung menggema di panggung The 9th International Jazz Festival di Tashkent, Uzbekistan, Minggu (11/5/2025).

Dalam perhelatan bergengsi ini, kelompok musik Rumah Angklung bersama komunitas perempuan Arunika Angklung sukses memukau penonton dengan penampilan kolaboratif yang mengusung harmoni antara budaya tradisional Indonesia dan alunan musik jazz dunia.

Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari kerja sama erat antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent dan The Art and Culture Development Foundation (ACDF), di bawah koordinasi Kabinet Menteri Republik Uzbekistan.

Baca juga: Indonesia Promosikan Angklung sebagai Terapi Pasien Demensia di Qatar

Penampilan ini sekaligus menjadi representasi diplomasi budaya Indonesia di panggung global.

Perpaduan jazz dan angklung

Rumah Angklung, yang dikenal dengan kreativitas aransemen musik tradisional berpadu unsur modern, menghadirkan komposisi khas yang mengolaborasikan angklung dengan irama jazz.

Tidak hanya menampilkan lagu-lagu orisinal, kelompok ini juga membawakan “Kopi Dangdut” dalam versi baru yang membuat penonton bergoyang bersama.

Suasana semakin meriah saat penonton diajak bermain angklung secara langsung di panggung. Interaksi ini menghadirkan pengalaman budaya yang hangat dan inklusif.

“Angklung memukau panggung Festival Jazz Internasional di Tashkent, merupakan salah satu upaya KBRI Tashkent dalam mempromosikan, mempertahankan, dan melestarikan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO,” ujar Sintia Christiani Saeh, Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Tashkent, dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, ini merupakan kali keenam Indonesia berpartisipasi di festival tersebut. Sejak awal, KBRI selalu menghadirkan musisi-musisi Indonesia yang berkualitas dan berkarakter kuat.

Baca juga: Alunan Angklung Ramaikan Suasana Resepsi Diplomatik di Melbourne

Bukti semangat lintas generasi

Diketahui, penampilan Rumah Angklung turut dimeriahkan oleh Arunika Angklung, komunitas perempuan senior yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari institusi perbankan BUMN, PNS, hingga swasta.

Di bawah binaan Rumah Angklung Indonesia, komunitas ini menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya dan mencintai budaya bangsa.

“Bagi kami merupakan suatu kebanggaan diberi kesempatan oleh Rumah Angklung untuk tampil di pentas Internasional bersama musisi-musisi jazz dunia,” ungkap Diana Gita Akmal Syarif, Ketua dan Pendiri Komunitas Arunika.

Ia menegaskan, angklung mampu mengalunkan beragam genre, termasuk jazz, dan membuktikan keindahan musik tradisional Indonesia di kancah dunia.

Ketua Yayasan Rumah Angklung Indonesia, Arny Dulishaputri, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan perspektif baru terhadap angklung, sebagai instrumen yang mampu bertransformasi.

“Kami percaya bahwa angklung telah dikenal luas, namun kami ingin menegaskan, angklung bukan sekadar alat musik tradisional,” ujar Arny.

Baca juga: Serba-serbi Perundingan Damai Ukraina-Rusia di Turkiye

Halaman:

Terkini Lainnya
Krisis Minyak Dunia Juga Pernah Terjadi 1970-an, Lebih Parah Mana Dibanding Sekarang?
Krisis Minyak Dunia Juga Pernah Terjadi 1970-an, Lebih Parah Mana Dibanding Sekarang?
Internasional
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional Uzbekistan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat