Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Open House Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Warga Bisa Silaturahmi dan Nikmati Jamuan Lebaran

Kompas.com, 19 Maret 2026, 07:30 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana menggelar kegiatan open house di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah dalam suasana Lebaran yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan bahwa agenda tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk membuka ruang interaksi langsung antara pemimpin dan masyarakat.

"Konsepnya Pak Gubernur membuka ruang untuk masyarakat bertemu langsung dan bersilaturahmi di momen Idul Fitri yang rencananya dilaksanakan di Gedung Pakuan," ujar Adi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Dedi Mulyadi Shalat Id di Halaman Gedung Sate, Tak Lagi di Gasibu, Ini Alasannya

Apakah open house terbuka untuk semua masyarakat?

Adi menjelaskan bahwa kegiatan open house ini tidak memiliki pembatasan khusus. Artinya, seluruh masyarakat, khususnya warga Bandung dan sekitarnya, dipersilakan hadir tanpa syarat tertentu.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Gedung Pakuan, tetapi juga dari berbagai wilayah di Bandung Raya.

Selain bersalaman langsung dengan Gubernur, masyarakat yang hadir juga dapat menikmati jamuan khas Lebaran yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tradisi ini rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri," tambah Adi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Pantura Subang, Warga Diberi Kompensasi Rp 600.000

Apakah pejabat daerah wajib hadir?

Berbeda dengan acara resmi yang bersifat protokoler, kehadiran pejabat daerah dalam kegiatan open house ini tidak diwajibkan.

Adi menegaskan bahwa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pejabat lainnya diberikan kebebasan untuk menentukan agenda masing-masing selama Lebaran.

"Tidak ada kekhususan untuk pejabat dan kepala OPD untuk hadir, tidak ada kewajiban," tegasnya.

Menurutnya, sebagian besar pejabat biasanya memilih untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan lingkungan terdekat setelah melaksanakan shalat Idul Fitri.

Baca juga: Dedi Mulyadi Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen di Masa Libur Lebaran, Cek Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan keleluasaan bagi para pegawai untuk pulang ke kampung halaman atau mudik setelah menyelesaikan tugas kedinasan.

"Karena kan pada berlibur dan pulang kampung ya, pada mudik gitu. Jadi sebenarnya tidak wajib (hadir ke Gedung Pakuan)," pungkas Adi.

Di mana lokasi shalat Idul Fitri Gubernur Jawa Barat?

Sebelum kegiatan open house, Dedi Mulyadi dijadwalkan melaksanakan shalat Idul Fitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung. Lokasi ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang digelar di Lapangan Gasibu.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau