Editor
KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencatat dampak signifikan akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah.
Hasil asesmen menunjukkan sebanyak 83 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan, total rumah terdampak terdiri atas 48 unit rusak ringan, dua unit rusak sedang, dan dua unit rusak berat. Selain itu, sebanyak 31 rumah telah selesai ditangani melalui gotong royong warga.
"Total 83 rumah terdampak, 48 rusak ringan, dua rusak sedang, dua rusak berat, 31 rumah laporan tuntas penanganan selesai dengan gotong royong," kata Ani Supiani di Ciamis, Senin (30/3/2026) dikutip dari Antara.
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jabar, Cek Daftar Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem Pekan Ini
Ani menjelaskan bahwa peristiwa cuaca ekstrem yang menyerupai angin puting beliung itu terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sore. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari.
Menurut dia, hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan, terutama pada bagian atap rumah warga.
BPBD Ciamis telah melakukan penanganan cepat terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan. Perbaikan dilakukan secara langsung agar warga bisa segera kembali menempati rumah mereka.
Baca juga: Masa Peralihan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jabar Pekan Ini
Sementara itu, untuk rumah dengan kategori rusak sedang dan berat, penanganan akan dilakukan lebih lanjut dengan melibatkan dinas terkait.
Selain itu, upaya gotong royong masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan.
Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. BPBD mencatat setidaknya empat fasilitas umum terdampak, yakni:
Baca juga: Arus Balik di Jalur Nagreg Melandai, Pengendara Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem
Selain itu, fasilitas pendidikan berupa SDN 2 Pasirlawang dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Satu unit bangunan dunia usaha berupa gudang tenda juga mengalami kerusakan ringan.
"Fasilitas pendidikan SDN 2 Pasirlawang rusak ringan, dan satu unit dunia usaha gudang tenda rusak ringan," ujarnya.
Ani memastikan bahwa peristiwa cuaca ekstrem tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh warga dilaporkan dalam kondisi selamat.
Meski demikian, kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat akibat angin kencang yang merusak bangunan dan menumbangkan pohon.
Beruntung, saat ini sebagian besar warga sudah dapat kembali menempati rumah masing-masing setelah dilakukan penanganan awal.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Pangalengan: 5 Kendaraan Rusak, 1 Luka Ringan
Selain merusak bangunan, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik wilayah terdampak.
Tidak hanya itu, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa lokasi, di antaranya:
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya bersifat langsung pada bangunan, tetapi juga memicu potensi bencana lanjutan seperti longsor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang