Editor
KOMPAS.com – Peringatan Hari Ibu 22 Desember di Indonesia tidak sekadar menjadi momen memberi bunga atau hadiah.
Sejarahnya yang berakar pada Kongres Perempuan Indonesia 1928 menjadikan Hari Ibu sebagai ruang refleksi atas perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak, pendidikan, dan kesetaraan di tengah masyarakat.
Pada Hari Ibu 2025, perayaan dapat diarahkan pada kegiatan yang tidak hanya memuliakan sosok ibu di ranah domestik, tetapi juga mengakui peran perempuan sebagai subjek penuh dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Baca juga: Kongres Perempuan Indonesia III: Latar Belakang dan Hasilnya
Berikut 15 ide kegiatan Hari Ibu 22 Desember 2025 yang menekankan nilai kesetaraan gender dan keadilan bagi perempuan.
1. Mengajak Keluarga Mempelajari Sejarah Gerakan Perempuan Indonesia
Luangkan waktu membahas Kongres Perempuan Indonesia 1928 dan tokoh-tokoh perempuan yang berjuang untuk pendidikan, hak politik, dan keadilan sosial.
2. Diskusi Keluarga tentang Beban Ganda Perempuan
Hari Ibu dapat menjadi momentum membicarakan realitas beban ganda yang masih dialami banyak ibu: bekerja di ruang publik sekaligus mengurus rumah tangga.
3. Membagi Ulang Peran Domestik di Rumah
Alih-alih simbolik, rayakan Hari Ibu dengan komitmen membagi pekerjaan rumah secara adil di antara seluruh anggota keluarga.
4. Mendengarkan Kisah Hidup Ibu sebagai Perempuan
Ajak ibu bercerita tentang pengalaman hidupnya sebagai perempuan, termasuk tantangan, diskriminasi, atau pilihan hidup yang pernah ia hadapi.
5. Menulis Surat Apresiasi yang Mengakui Perjuangan Ibu
Surat untuk ibu tak hanya berisi ucapan terima kasih, tetapi juga pengakuan atas kerja emosional dan mental yang sering tak terlihat.
Baca juga: Kongres Perempuan Indonesia II: Latar Belakang dan Hasilnya
6. Mengadakan Forum Apresiasi Perempuan di Sekolah atau Kantor
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya