Editor
KOMPAS.com – Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Namun, di balik tingkahnya yang menggemaskan, banyak pemilik yang belum menyadari betapa uniknya spesies ini.
Mulai dari kemampuan merasakan aroma melalui organ tambahan hingga fakta bahwa mengeong adalah cara komunikasi yang khusus dikembangkan kucing hanya untuk manusia.
Melansir laman Cville Cat Care, para profesional perawat kucing mulai dari cat sitter hingga groomer membagikan berbagai fakta menarik terkait perilaku dan isyarat komunikasi anabul (anak bulu) ini.
Berikut adalah deretan fakta unik mengenai cara kucing berkomunikasi yang perlu Anda ketahui:
Baca juga: 12 Aroma yang Paling Dibenci Kucing, Pemilik Harus Tahu
Salah satu cara termudah memahami perasaan kucing adalah melalui gerakan tubuhnya. Menurut para pakar, setiap gerakan memiliki makna yang mendalam.
"Kedipan mata yang lambat adalah 'ciuman kucing'. Gerakan ini menunjukkan rasa puas dan kepercayaan," demikian penjelasan Wilde, salah satu pakar dalam laporan tersebut.
Selain mata, ekor juga menjadi indikator suasana hati yang sangat akurat:
Baca juga: 6 Penyebab Kucing Terus Menatap Pemiliknya
Tahukah Anda bahwa kucing memiliki kosakata yang unik untuk setiap pemiliknya? Kucing memiliki hingga 100 vokalisasi yang berbeda, jauh melampaui anjing yang hanya memiliki sekitar 10 suara.
Fakta menarik lainnya adalah mengenai suara "meong". Secara alami, kucing mengembangkan perilaku mengeong secara eksklusif hanya untuk berkomunikasi dengan manusia, bukan dengan sesama kucing dewasa.
Selain mengeong, suara desisan (hissing) sering kali disalahpahami. Wilde menekankan bahwa mendesis bersifat defensif, bukan agresif.
"Itu adalah ekspresi rasa takut, stres, atau ketidaknyamanan dari kucing yang merasa terancam, seolah berkata 'menjauhlah'," ungkap Wilde. Bahkan dalam perkelahian, kucing yang mendesis biasanya adalah pihak yang lebih rentan.
Baca juga: Sempat Dianggap Punah, Kucing Kepala Datar Muncul Lagi di Thailand Setelah 30 Tahun
Pemilik kucing pasti sering melihat anabul mereka melakukan gerakan seperti memijat atau sering disebut "making biscuits".
Perilaku ini sebenarnya berasal dari masa kecil mereka saat menyusu pada induknya untuk merangsang keluarnya susu, dan terbawa hingga dewasa sebagai tanda kebahagiaan.
Berikut beberapa perilaku unik lainnya:
Baca juga: 7 Hal yang Paling Dibenci Kucing Peliharaan, Jangan Disepelekan
Kumis kucing juga berfungsi sebagai detektor suasana hati. Saat takut, kucing akan menarik kumisnya ke belakang. Sebaliknya, saat sedang dalam mode berburu, kumis akan diarahkan ke depan.
Penting bagi pemilik untuk tidak melakukan kontak mata langsung secara terus-menerus. Bagi kucing, kontak mata langsung dianggap sebagai ancaman atau tantangan.
Dengan memahami isyarat-isyarat ini, hubungan antara pemilik dan kucing peliharaan diharapkan dapat terjalin lebih erat dan harmonis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang