Penulis
KOMPAS.com - Satu korban kecelakaan odong-odong di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih dirawat di RSUD Sumberglagah, Pacet, dan akan menjalani operasi patah tulang.
Seperti diketahui, kendaraan modifikasi yang mengangkut 21 penumpang itu terguling di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, pada Sabtu (28/3/2026).
Menurut keterangan Polres Mojokerto, odong-odong diduga Overload sehingga tidak kuat saat melintasi jalan tanjakan. Sehingga, kendaraan mundur tak terkendali hingga terguling dan menabrak tiang listrik.
Akibat dari kecelakaan ini, satu penumpang meninggal dunia. Sementara 20 orang lainnya, termasuk sopir, mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis di RSUD Sumberglagah, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Baca juga: Odong-odong Terguling di Mojokerto, 1 Orang Tewas dan 20 Luka-luka
Dokter Jaga IGD RSUD Sumberglagah, M Atiq Kurniawan mengatakan, pihaknya menerima 11 pasien korban kecelakaan odong-odong. Di mana terdapat satu orang dalam kondisi meninggal dunia.
"Sepuluh pasien dengan luka yang bervariasi, sebagian besar di kepala seperti cedera ringan dan anggota gerak seperti tangan dan kaki, lecet dan patah tulang. Ada yang dirawat luka, usai dilakukan observasi selama 2 jam kondisinya sudah membaik maka rawat jalan," ujarnya saat ditemui di RSUD Sumberglagah, Pacet, Minggu (29/3/2027), dikutip dari TribunJatim.
Baca juga: Dilema Odong-odong Bermotor di Jatinegara, Antara Hiburan Murah dan Risiko Keselamatan
Menurut Atiq, sembilan korban di antaranya telah mendapat perawatan medis dan diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.
Semantara itu, satu pasien perempuan saat ini masih terbaring lemah di ruang perawatan.
Korban mengalami luka patah tulang Clavikula atau tulang selangka (Kanan), patah pergelangan tangan kiri, dan luka robek yang menyebabkan cedera kepala ringan.
Saat ini, kondisi pasien relatif stabil. Namun masih dalam observasi dokter spesialis bedah dan dokter spesialis tulang.
Baca juga: Modal Rp 2 Juta, Odong-odong Bermotor Jadi Tumpuan Penghasilan Warga di Jatinegara
Rencananya, pasien akan menjalani operasi patah tulang pada Senin (30/3/2026) sembari menunggu kondisinya stabil.
"Operasi patah tulang, di bagian Carvikula dan pergelangan tangan. Kondisinya memang masih dalam observasi, dari pengamatan 24 jam masih stabil," beber Atiq.
Terkait satu korban meninggal dunia, Atiq menyebut jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diduga mengalami cedera kepala berat sehingga meninggal seketika di lokasi kejadian.
"Korban tidak mengalami luka lain, kecuali pendarahan dalam kepala. Tidak ada luka robek di kepala. Penyebab kematian tidak dapat diketahui pasti tanpa dilakukan autopsi, namun dugaan penyebab meninggal karena cedera kepala berat," tukasnya.
Baca juga: Odong-odong Terjun ke Jurang di Kerinci, 2 Tewas dan 17 Luka
Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama, menambahkan, peristiwa kecelakaan odong-odong ini mengakibatkan satu perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Korban meninggal informasi terlempar dari kendaraan, ada sungai kecil di samping TKP (Tempat kejadian perkara). Korban terlempar sehingga meninggal di tempat," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Update Terkini Korban Kecelakaan Odong-odong di Mojokerto, Ada yang Masih Terbaring Lemah"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang