Penulis
KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan menerapkan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai pekan pertama April 2026.
Kebijakan WFH satu hari dalam sepekan atau lima hari kerja itu merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Pusat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik Timur Tengah.
Baca juga: Mengapa Khofifah Terapkan WFH ASN Pemprov Jatim Setiap Rabu? Ini Alasannya
Dilansir dari akun Instagram @bpkadjatim pada Sabtu (28/3/2026), kebijakan WFH ASN Pemprov Jatim telah tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1141/204/2026.
Periode penerapan WFH ini berlaku mulai 30 Maret hingga 1 Juni 2026 mendatang.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, kebijakan WFH bagi ASN Pemprov Jatim akan diberlakukan setiap Rabu mulai pekan pertama April 2026.
“Mulai minggu depan WFH kita dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat, kita bekerja secara optimal. Sistem WFH ini kita laksanakan selaras dengan kebijakan penghematan BBM dari pemerintah pusat,” ujar Khofifah saat apel pagi di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Rabu (25/3/2026), dilansir dari TribunJatim.
Baca juga: Cegah ASN Pemprov Jatim Bolos WFH, Anggota DPRD Minta BKD Perjelas Aturan
Menurut Khofifah, Rabu merupakan hari yang paling tepat untuk melaksanakan WFH ASN Pemprov Jatim.
Sebab, jika WFH diberlakukan pada Jumat, dikhawatirkan akan menimbulkan kesan libur panjang akhir pekan atau long weeekend.
“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat ada kecenderungan pulang kampung, rekreasi dan kegiatan lain yang menghabiskan BBM lebih banyak karena berdekatan dengan long weekend,” tuturnya.
Kembali merujuk Instagram @bpkadjatim, kapasitas ASN yang menjalankan WFH dapat mencapai maksimal 100 persen pada hari yang telah ditentukan.
Baca juga: Hemat BBM, ASN Sumenep Radius 5 Kilometer Dianjurkan Jalan Kaki atau Bersepeda
Namun demikian, kebijakan ini tidak berlaku untuk unit layanan esensial yang tetap diwajibkan bekerja dari kantor (Work From Office/WFO) secara penuh guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Adapun instansi atau unit layanan esensial yang tetap menjalankan WFO 100 persen meliputi:
Baca juga: Sekda Usul ASN Pemprov Sulsel WFH Setiap Jumat: Supaya Bisa Fokus Ibadah
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak memaparkan, kebijakan WFH bagi ASN Pemprov Jatim diperkirakan bisa menghemat konsumsi BBM hingga 108.000 liter dalam sehari.
“81.700 (total ASN Pemprov Jatim) kalau asumsinya pulang pergi 15 kilometer itu memang tingkat penghematannya bisa sampai 108.000 liter,” kata Emil kepada awak media di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (25/3/2026), dilansir dari Kompas.com.
Apabila menggunakan jenis kendaraan roda dua, setiap ASN akan melakukan perjalanan dari tempat tinggal ke kantor berkisar 40-50 km/liter dengan konsumsi BBM Pertalite sekitar 12.150 kiloliter per hari.
“Kalau asumsinya beda, saya tidak bisa meng-capture seluruh dari jenis-jenis kendaraan dan konsumsi BBM. Mohon sesuaikan lagi angkanya, tapi perhitungan kasar sekitar 108.000 liter (hemat),” pungkasnya.
Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Efisiensi Penggunaan BBM, Gubernur Khofifah Bakal Berlakukan WFH Setiap Rabu Bagi ASN Pemprov Jatim" dan Kompas.com dengan judul "WFH Sehari Pemprov Jatim, Emil Dardak Perkirakan Hemat BBM 108.000 Liter"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang