Penulis
KOMPAS.com - Puing-puing kebakaran masih berserakan di Pasar Segiri, Samarinda. Di balik dinding yang menghitam dan atap yang runtuh, para pedagang kini berusaha bertahan setelah kehilangan sumber penghasilan mereka.
Salah satunya Arjuna, pedagang yang telah berjualan sejak 1993. Ia mengaku kehilangan seluruh usahanya setelah kiosnya dilalap api.
"Ya mungkin kerugian seratusan juta. Ruko habis, bangunan habis, alat-alat juga kena semua," jelasnya, dikutip dari Tribun Kaltim, Sabtu (28/3/2026).
Selama ini, Arjuna mengandalkan usaha penjualan udang dan es batu dengan omzet yang bisa mencapai Rp 10 juta per hari. Kini, pemasukan itu terhenti total.
Untuk bertahan, ia hanya bisa mengandalkan tabungan yang selama ini disisihkan.
"Untung ada tabungan sedikit. Tapi kalau usaha tidak jalan, tetap susah," katanya.
Baca juga: Kebakaran Pasar Segiri Samarinda Hanguskan 44 Bangunan, Pedagang Rugi Puluhan Juta
Di tengah kondisi tersebut, Arjuna tidak menuntut banyak. Ia hanya berharap bisa kembali berjualan secepat mungkin.
Ia bahkan telah menyampaikan langsung permintaannya kepada Wali Kota Samarinda saat meninjau lokasi.
"Tadi saya minta supaya bisa digantikan atap saja dulu. Yang penting ada atap, supaya tidak kena hujan sama panas," ucapnya.
Bagi para pedagang, hal terpenting saat ini bukanlah bangunan permanen, melainkan kesempatan untuk kembali beraktivitas.
Meskipun mengalami kerugian besar, para pedagang mengaku tidak ingin direlokasi.
Mereka memilih tetap berjualan di Pasar Segiri, yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus "rumah kedua".
"Kami tetap mau di sini. Mau permanen atau sementara tidak masalah, yang penting bisa jualan dulu," kata Arjuna.
Baca juga: Pasar Segiri Samarinda Terbakar, Ledakan dan Akses Sempit Jadi Kendala Pemadaman
Di tengah upaya pemulihan, kekhawatiran baru juga muncul. Pemerintah Kota Samarinda tengah mengkaji kelayakan sejumlah bangunan ruko yang terdampak kebakaran.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas menilai, bangunan tersebut berpotensi dirubuhkan jika dinilai tidak aman secara struktural.