Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Fenomena Pink Moon April 2026, Mengapa Bulan Bisa Tampak Oranye?

KOMPAS.com - Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon akan terjadi pada awal April 2026.

Masyarakat dunia termasuk mereka yang tinggal di Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini. 

Dilansir dari Starwalk Space Jumat (13/3/2026), bulan mencapai fase puncak pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. 

Meskipun demikian, masyarakat dapat melihat bulan tampak bulat penuh sejak malam 1 April hingga 3 April 2026.

Lantas, apa itu Pink Moon dan mengapa bulan bisa terlihat berbeda saat diamati?

Apa itu Pink Moon?

Pink Moon merupakan sebutan untuk bulan purnama yang terjadi pada April.

Secara astronomi, bulan purnama terjadi ketika posisi Bulan berada berlawanan dengan Matahari, sehingga seluruh permukaannya yang menghadap Bumi tampak terang.

Pada April 2026, bulan purnama ini berada di rasi Virgo dan juga berperan sebagai Paschal Full Moon yang digunakan untuk menentukan tanggal Paskah.

Untuk diketahui, Paskah tahun ini jatuh pada 5 April 2026.

Meskipun disebut Pink Moon, bulan tidak benar-benar berwarna merah muda.

Nama tersebut berasal dari bunga liar berwarna pink yang mekar pada awal musim semi, bukan dari perubahan warna bulan itu sendiri.

Mengapa bulan bisa tampak oranye?

Saat diamati, bulan justru sering terlihat berwarna oranye atau kemerahan, terutama ketika berada dekat cakrawala.

Dilansir dari BBC Senin (23/3/2026), fenomena ini terjadi karena cahaya bulan harus melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal saat berada di dekat horizon.

Atmosfer akan menyebarkan cahaya biru, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan oranye tetap terlihat oleh mata manusia.

Selain itu, bulan juga bisa tampak lebih besar saat berada di dekat cakrawala. Kondisi ini dikenal sebagai moon illusion.

Fenomena tersebut terjadi karena efek perspektif visual, sehingga bulan terlihat lebih besar dibandingkan saat berada tinggi di langit.

Kapan waktu terbaik untuk mengamati?

Bulan purnama biasanya terbit di sekitar waktu matahari terbenam dan akan berada di langit sepanjang malam.

Waktu terbaik untuk mengamati Pink Moon adalah saat bulan mulai terbit.

Pada momen ini, bulan tidak hanya tampak lebih besar, tetapi juga sering terlihat dengan warna yang lebih hangat seperti oranye atau kemerahan.

Selain mudah diamati dengan mata telanjang, fenomena ini juga cocok untuk pengamatan sederhana menggunakan kamera atau teropong.

https://www.kompas.com/lampung/read/2026/03/27/213000288/fenomena-pink-moon-april-2026-mengapa-bulan-bisa-tampak-oranye-

Terkini Lainnya

Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com