KOMPAS.com - Dalam dunia konstruksi, beton menjadi material yang sangat vital karena digunakan hampir di setiap jenis bangunan.
Salah satu komponen utama yang sering luput dari perhatian adalah agregat. Padahal, peran agregat sangat besar dalam menentukan kualitas beton secara keseluruhan.
Dikutip dari Buku Teknik Konstruksi Batu dan Beton yang diterbitkan Kemendikdasmen, agregat adalah butiran mineral yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton.
Dalam praktiknya, agregat menempati porsi terbesar dalam adukan beton, yakni sekitar 60 persen hingga 80 persen dari total volume, atau setara dengan kurang lebih 3/4 bagian.
Besarnya komposisi ini membuat kualitas agregat menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Agregat yang memiliki kekuatan baik akan menghasilkan beton yang kuat pula.
Sebaliknya, jika agregat yang digunakan berkualitas rendah, maka kekuatan beton juga akan ikut menurun.
Fungsi Agregat pada Beton
Selain sebagai bahan pengisi, agregat juga berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan konstruksi. Hal ini karena harga agregat relatif lebih murah dibandingkan semen.
Dengan demikian, penggunaan agregat dapat menekan biaya produksi beton secara keseluruhan.
Tidak hanya dari sisi ekonomis, agregat juga memberikan keuntungan secara teknis. Kehadiran agregat dalam campuran beton mampu membuat mutu beton lebih stabil dan meningkatkan daya tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Bahkan, beton dengan komposisi agregat yang tepat cenderung lebih tahan lama dibandingkan pasta semen murni.
Penggunaan agregat sebagai bahan pengisi juga bertujuan untuk menghemat penggunaan semen, yang merupakan komponen paling mahal dalam campuran beton.
Karena agregat mudah didapat dan memiliki sifat keras, kuat, serta stabil, material ini sangat efektif dalam menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas.
https://www.kompas.com/properti/read/2026/03/29/071608121/apa-itu-agregat-beton