Keunggulan ini memberikan kemudahan sirkulasi kendaraan dan tambahan ruang parkir, fitur yang bernilai di kawasan padat.
Dalam satu klaster perumahan, jumlah rumah hook jauh lebih sedikit dibanding rumah di tengah.
Keterbatasan pasokan ini menciptakan efek kelangkaan yang secara teori mendorong harga lebih tinggi ketika permintaan tetap ada.
Rumah hook sering dijual dengan harga premium karena kombinasi luas lahan, visibilitas, dan fleksibilitas desain yang lebih tinggi dibanding kavling biasa.
Baca juga: Stok Rumah Baru Terus Anjlok, Dipicu Mahalnya Ongkos Konstruksi
Namun premium tersebut tidak selalu berarti permintaan lebih besar di semua segmen, karena sebagian pembeli mempertimbangkan faktor privasi dan keamanan.
Dilansir Better Homes and Gardens Real Estate menilai kavling sudut memiliki peluang penjualan kembali yang baik karena karakteristik lahannya memberi lebih banyak opsi desain dan fitur luar ruang, yang menjadi preferensi pembeli saat ini.
Meski lebih mahal, rumah hook juga memiliki konsekuensi biaya perawatan lebih tinggi.
Pemilik harus merawat halaman lebih luas, pagar lebih panjang, serta sistem keamanan tambahan karena memiliki lebih banyak sisi terbuka.
Selain itu, paparan lalu lintas dari dua sisi jalan dapat meningkatkan kebisingan dan mengurangi privasi, sehingga tidak semua pembeli menganggap posisi sudut sebagai keunggulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang