Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jogyakarta Outer Ring Road Jadi Solusi Macet Parah DIY

Kompas.com, 16 Maret 2026, 09:06 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Jogjakarta Outer Ring Road (JORR) sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Saat ini rancangan proyek jalan lingkar tersebut telah selesai disusun dan direncanakan mulai dikerjakan dalam beberapa tahun mendatang.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi DIY Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DIY Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Adi Nugroho Jati menjelaskan bahwa pembangunan JORR dimaksudkan untuk mengalihkan sebagian arus kendaraan agar tidak terkonsentrasi di jalur utama dalam kota.

"JORR ini kita buat untuk mengurangi kepadatan di dalam kota. Jadi kita membuat semacam sudetan agar kendaraan tidak semuanya masuk ke jalur yang padat,” ujar Adi dikutip pada Senin (16/3/2026).

Ia menerangkan, proyek JORR direncanakan terbagi menjadi dua segmen, yakni bagian utara dan bagian selatan. Namun pada tahap awal, pembangunan akan diprioritaskan di jalur selatan.

Baca juga: Lewat Tol Baru, Klaten-Yogyakarta Cuma 20 Menit

"JORR ini ada sisi utara dan sisi selatan. Kami fokuskan pembangunan di sisi selatan dulu, karena di sisi utara saat ini sudah ada jalan existing yang nantinya hanya perlu perbaikan alinemen maupun sudetan," katanya.

Desain Jogjakarta Outer Ring Road rampung

Adi mengungkapkan bahwa desain proyek tersebut telah rampung setelah melalui proses perencanaan selama kurang lebih tiga bulan.

Adapun tahap konstruksi masih menunggu jadwal pelaksanaan sesuai dengan rencana strategis pemerintah.

"Kami sudah menyiapkan desainnya, sekitar tiga bulan sudah siap. Untuk konstruksinya masih menunggu pelaksanaan, sesuai jadwal Renstra kemungkinan antara 2028 sampai 2029 akan kita kerjakan,” ujarnya.

Selain berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas, jalan lingkar tersebut juga dirancang terhubung dengan akses jalan tol baru.

Salah satunya melalui exit toll (pintu tol keluar) yang direncanakan berada di kawasan Banyurejo pada proyek Jalan Tol Jogja–Bawen.

Adi mengatakan bahwa keberadaan JORR nantinya akan menjadi jalur penting untuk mendukung akses dari jalan tol tersebut.

Baca juga: 7 Kota di Indonesia yang Dibangun Belanda dari Nol

“JORR ini nantinya juga akan terhubung dengan exit toll Banyurejo di ruas Tol Jogja–Bawen. Ini penting untuk mendukung akses dari jalan tol tersebut,” katanya.

Rencana lama JORR Yogyakarta

Wacana pembangunan Jogjakarta Outer Ring Road sebenarnya sudah ada sejak lama. Pada 2018, rencana ini bahkan sempat mengemuka.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pembangunan Jogjakarta Outer Ring Road untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Yogyakarta.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau