Penulis
KOMPAS.com - Saat memilih material lantai atau dinding rumah, banyak orang sering bingung membedakan ubin dan keramik. Sekilas keduanya tampak serupa karena sama-sama digunakan sebagai pelapis lantai maupun dinding.
Padahal, ubin dan keramik memiliki perbedaan yang cukup jelas, mulai dari bahan baku, karakter permukaan, hingga area penggunaan yang disarankan.
Mengetahui perbedaan keduanya penting agar Anda dapat memilih material yang tepat sesuai kebutuhan ruangan di rumah.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan ubin dan keramik dirangkum dari beberapa informasi perusahaan produsen keramik dan ubin:
Baca juga: Ahli Konstruksi Bocorkan Tips Pasang Keramik di Lantai Dasar
Perbedaan utama antara ubin dan keramik terletak pada bahan baku yang digunakan.
Ubin dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan pasir halus serta feldspar, kemudian dibakar tanpa lapisan glasur. Proses ini menghasilkan material yang padat dan kuat.
Ubin juga memiliki versi bahan baku campuran semen yang dipress yang dikenal dengan tegel.
Sementara itu, keramik dibuat dari tanah liat yang lebih halus dan dilapisi cairan glasur. Lapisan glasur ini berfungsi menutup pori-pori yang muncul setelah proses pembakaran.
Beda ubin dan keramik lainnya yakni dari segi tampilan dan tekstur.
Permukaan ubin cenderung lebih kasar, berpori, dan tidak mengilap. Namun, beberapa jenis ubin modern memiliki permukaan yang lebih halus atau polished.
Di sisi lain, keramik memiliki permukaan yang lebih halus dan estetis. Keramik juga tersedia dalam berbagai jenis tekstur, seperti glossy, matte, embossed, hingga bertekstur kasar mirip ubin.
Baca juga: Tak Boleh Asal, Ahli Konstruksi Beberkan Tips Pasang Keramik di Lantai Tingkat
Perbedaan ubin dan keramik lainnya terletak pada lokasi pemasangan yang ideal.
Ubin lebih cocok digunakan di area luar ruangan atau tempat yang sering terkena air dan perubahan suhu ekstrem. Misalnya lantai kamar mandi, dapur, teras, balkon, pinggir kolam renang, hingga taman.
Selain itu, ubin juga cukup kuat untuk area dengan lalu lintas tinggi karena kepadatannya yang tinggi.
Sebaliknya, keramik lebih sering digunakan di interior rumah modern, seperti lantai kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, ruang makan, hingga ruang kerja. Area tersebut umumnya memiliki tingkat kelembapan yang lebih stabil.