JAKARTA, KOMPAS.com - Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh sering kali menyimpan proses panjang di baliknya. Tak sedikit pemilik rumah baru menyadari ada yang keliru ketika keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, atau bahkan retak, padahal usia bangunan belum lama.
Ahli Konstruksi Davy Sukamta mengatakan, cara memasang keramik dilihat dari jenis lantainya, apakah lantai dasar atau lantai tingkat.
Pemasangan keramik di lantai dasar, terutama yang langsung berada di atas tanah, membutuhkan perhatian khusus sejak tahap awal pekerjaan.
Baca juga: Haruskah Keramik Direndam Sebelum Dipasang? Ini Kata Ahli Konstruksi
Menurut Davy, langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan tanah benar-benar padat.
"Padatkan tanah dengan baik, beri lantai kerja beton," jelas Davy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/01/2026).
Setelah lantai kerja dicor, pemasangan keramik tidak boleh langsung dilakukan. Ada proses alami pada beton yang perlu diberi waktu paling tidak 2 minggu supaya proses susut beton sudah berlangsung.
Baru setelah itu, keramik bisa dilekatkan di atas permukaan beton tersebut.
Kondisi tanah juga menjadi faktor penting. Di daerah dengan tanah ekspansif, seperti kawasan Cikarang, perlakuan tambahan sangat dianjurkan.
Baca juga: Ini Sosok Pemilik Mal Taman Anggrek, Punya Bisnis Keramik hingga Hotel
"Sebaiknya beri lapisan batu kapur sebelum memasang lantai kerja. Batu kapur dapat meyerap kelembapan. Tanah ekspansif mengembang bila kadar airnya naik," ujarnya.
Menurutnya, batu kapur dapat membantu menyerap kelembapan sehingga mengurangi risiko pergerakan tanah yang dapat merusak lantai keramik.
Berbeda dengan lantai dasar, pemasangan keramik di lantai bertingkat lebih dipengaruhi oleh perilaku struktur beton.
Kesalahan yang kerap terjadi, kata Davy, adalah memasang keramik terlalu cepat setelah pengecoran lantai.
"Jangan langsung pasang keramik setelah lantai beton dicor," tegasnya.
Baca juga: Kenapa Dinding Kamar Mandi Pakai Keramik?
Ia menyarankan agar pemasangan dilakukan setelah beton benar-benar melalui proses alaminya, dengan jeda waktu ideal lebih dari empat minggu.
Waktu tersebut diberikan agar konstruksi beton sempat berdeformasi dan mengalami susut dan rangkak atau creep. Setelah itu, barulah lantai atas boleh dipasangi keramik,