Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Konstruksi Bocorkan Tips Pasang Keramik di Lantai Dasar

Kompas.com, 29 Januari 2026, 08:49 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh sering kali menyimpan proses panjang di baliknya. Tak sedikit pemilik rumah baru menyadari ada yang keliru ketika keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, atau bahkan retak, padahal usia bangunan belum lama.

Ahli Konstruksi Davy Sukamta mengatakan, cara memasang keramik dilihat dari jenis lantainya, apakah lantai dasar atau lantai tingkat.

Pemasangan keramik di lantai dasar, terutama yang langsung berada di atas tanah, membutuhkan perhatian khusus sejak tahap awal pekerjaan.

Baca juga: Haruskah Keramik Direndam Sebelum Dipasang? Ini Kata Ahli Konstruksi

Menurut Davy, langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan tanah benar-benar padat.

"Padatkan tanah dengan baik, beri lantai kerja beton," jelas Davy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/01/2026).

Setelah lantai kerja dicor, pemasangan keramik tidak boleh langsung dilakukan. Ada proses alami pada beton yang perlu diberi waktu paling tidak 2 minggu supaya proses susut beton sudah berlangsung.

Baru setelah itu, keramik bisa dilekatkan di atas permukaan beton tersebut.

Kondisi tanah juga menjadi faktor penting. Di daerah dengan tanah ekspansif, seperti kawasan Cikarang, perlakuan tambahan sangat dianjurkan.

Baca juga: Ini Sosok Pemilik Mal Taman Anggrek, Punya Bisnis Keramik hingga Hotel

"Sebaiknya beri lapisan batu kapur sebelum memasang lantai kerja. Batu kapur dapat meyerap kelembapan. Tanah ekspansif mengembang bila kadar airnya naik," ujarnya.

Menurutnya, batu kapur dapat membantu menyerap kelembapan sehingga mengurangi risiko pergerakan tanah yang dapat merusak lantai keramik.

Cara Pasang Keramik di Lantai Tingkat

Berbeda dengan lantai dasar, pemasangan keramik di lantai bertingkat lebih dipengaruhi oleh perilaku struktur beton.

Kesalahan yang kerap terjadi, kata Davy, adalah memasang keramik terlalu cepat setelah pengecoran lantai.

"Jangan langsung pasang keramik setelah lantai beton dicor," tegasnya.

Baca juga: Kenapa Dinding Kamar Mandi Pakai Keramik?

Ia menyarankan agar pemasangan dilakukan setelah beton benar-benar melalui proses alaminya, dengan jeda waktu ideal lebih dari empat minggu.

Waktu tersebut diberikan agar konstruksi beton sempat berdeformasi dan mengalami susut dan rangkak atau creep. Setelah itu, barulah lantai atas boleh dipasangi keramik,

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau