Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamen ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan Punya 4 Aset Properti

Kompas.com, 31 Maret 2026, 23:37 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, memiliki empat aset properti dengan nilai Rp 685 juta.

Hal ini diketahui dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Politisi Demokrat tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 16 Maret 2026.

Saat baru dilantik sebagai Wamen ATR/Wakil Kepala BPN, tidak terdapat satu pun aset properti dalam LHKPN-nya.

Baca juga: Sejak Menjabat, Aset Properti Menteri PU Tak Berubah

Namun tahun ini, aset properti tortera dalam laporan terbarunya. Sehingga, harta kekayaan Ossy mengalami kenaikan dari yang awalnya sebesar Rp 9,2 miliar, kini menjadi Rp 10,7 miliar.

Rincian Harta Properti Terbaru

  • Tanah seluas 96 meter persegi di Bekasi, hasil sendiri Rp 92 juta
  • Tanah seluas 60 meter persegi di Bekasi, hasil sendiri Rp 120 juta
  • Tanah seluas 222 meter persegi di Subang, hasil sendiri Rp 222 juta
  • Tanah seluas 151 meter persegi di Subang, hasil sendiri Rp 155 juta

Nusron Wahid Belum Lapor LHKPN

Sementara di sisi lain, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid diketahui belum melaporkan LHKPN terbaru.

Terakhir, Nusron diketahui melaporkan harta kekakayaan saat dirinya dilantik sebagai Menteri ATR/Kepala BPN pada 18 Januari 2025.

Berbeda dengan Ossy, Nusron diketahui memiliki 16 aset properti dengan total nilai Rp 13,93 miliar.

Aset properti Nusron tersebar di sejumlah wilayah, seperti Depok, Kudus, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta Tangerang Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau