Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan Momentum Mengenalkan "Halal Lifestyle" bagi Anak

Kompas.com, 23 Maret 2024, 03:00 WIB
Pythag Kurniati

Editor

KOMPAS.com- Literasi gaya hidup halal (halal lifestyle) merupakan hal yang sangat penting bagi anak-anak. Mereka belajar untuk menjalankan kehidupan dengan cara yang baik, benar dan tentunya memberikan kebaikan untuk semesta.

Konsep pengenalan gaya hidup halal ini dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Yakni menggunakan bahasa anak dan dunia anak dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan anak.

Baca juga: BI NTB Siapkan 4,3 T untuk Penukaran Uang Selama Ramadhan

Mengenalkan gaya hidup halal kepada anak sebaiknya dilakukan dari hal yang terdekat dengan anak: keseharian anak, kebutuhan anak, kesukaan anak, dan minat anak.

Kita dapat melakukannya dari yang sangat dekat dengan anak, di antaranya adalah makan dan minum.

Ulwan (2007), dalam Kitab Pendidikan Anak menyatakan bahwa orangtua hendaknya membiasakan dan membudayakan makan, minum dan tidur kepada anak-anaknya berdasarkan aturan yang sehat.

Setelah orangtua mengenalkan makanan sehat dan bergizi ada hal yang tidak kalah pentingnya untuk diajarkan kepada anak, yaitu nilai di balik makanan yang mereka santap, apakah halal atau haram.

Baca juga: Melihat Tradisi Roah, Perekat Rasa Persaudaraan Masyarakat Sasak Saat Ramadhan

Namun masih jarang orangtua mengenalkan istilah halal dan haram ketika membahas perihal makanan.

Sesungguhnya dalam mengenalkan kosep makanan halal, kita seyogyanya mengajarkan sesuatu yang baik, bersih, sehat, maslahat, dan keberkahan.

Mengetahui kehalalan saja tentu tidak cukup bagi anak-anak. Dalam literasi gaya hidup halal setidaknya ada empat hal penting yang perlu ditanamkan pada anak-anak. Pertama pengetahuan akan makna halal (halal knowledge), anak mengetahui pengertian halal dan haram.

Apa saja makanan hal dan haram itu, kemudian apa yang menjadikan makanan itu menjadi halal atau haram. Kedua, pendekatan agama (religiusitas), anak-anak mengetahui landasan atau hukum yang menjadikan sesuatu hal dan haram baik menurut Al-Quran maupun hadis.

Ini melatih anak untuk memahami hakikat aturan yang berlaku. Ketiga. Kesadaran (awareness) akan pilihan mana yang halal dan mana yang haram.

Anak sadar akan pengetahuan dan ajaran yang harus diikutinya sebagai seorang Muslim. Keempat, sikap (attitude) yang berpengaruh terhadap perilaku (behavior) anak dalam kehidupan.

Ilustrasi ramadhan, idul fitri, ibadah, al quran.PEXELS/THIRDMAN Ilustrasi ramadhan, idul fitri, ibadah, al quran.

Hal ini sejatinya menjadi perilaku yang melekat dalam keseharian membiasakan untuk memilih sesuatu yang halal dan meninggalkan yang haram tanpa keraguan.

Literasi gaya hidup halal, memberikan pengetahuan akan makna halal menjadi landasan awal yang harus diberikan kaum Muslimin kepada anak-anaknya sejak usia dini.

Melalui pengetahuan halal dan haram anak menjadi paham mana yang sebaiknya dipilih dan mana yang tidak boleh dipilih. Mereka menjadi tidak kebingungan bahkan dapat memastikan apa yang seharusnya mereka pilih untuk kebaikannya.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
icon-calculator

Kalkulator Zakat

ornament calculator
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau