Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kronologi Mobil Rombongan Pengantin Terjun ke Jurang di Desa Layang Lekat Bengkulu

Mobil tersebut terperosok ke dalam jurang saat melintasi medan perbukitan yang berkelok. Akibat peristiwa ini, dua orang penumpang dilaporkan meninggal dunia.

Kronologi Kejadian di Bengkulu Tengah

Kecelakaan terjadi di ruas jalan penghubung antara Desa Sekayun menuju Desa Bajak 2 di Taba Penanjung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan diduga kehilangan kendali saat melintasi tikungan tajam di kawasan perbukitan Desa Layang Lekat.

Warga Desa Layang Lekat, Andi Lala, mengonfirmasi bahwa rombongan tersebut sedang dalam perjalanan menuju lokasi acara pernikahan.

"Tadi itu memang ada rombongan warga hendak mengantar pengantin dari Desa Sekayun menuju Desa Bajak 2. Ketika mobil rombongan hendak memasuki Desa Layang Lekat, ada tikungan, mobil masuk jurang," kata Andi Lala saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/3/2026).

Identitas Korban Meninggal Dunia

Dua korban jiwa dalam kecelakaan ini diketahui bernama Ansori bin Cikman dan Abai, yang merupakan warga Desa Bang Haji. Salah satu korban, Ansori, dikonfirmasi sebagai kakak kandung dari anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Jon Karnedi.

Jon Karnedi membenarkan musibah yang menimpa anggota keluarganya tersebut. Ia menyebutkan bahwa kendaraan itu diperkirakan mengangkut sekitar 10 orang penumpang.

“Kejadiannya sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil tersebut membawa rombongan untuk mengantar pengantin,” ujar Jon.

Sesaat setelah kejadian, masyarakat setempat secara sukarela melakukan proses evakuasi. Para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, bangkai kendaraan Mitsubishi L300 yang berada di dasar jurang berhasil dievakuasi warga secara gotong royong menggunakan tali. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mendata jumlah korban luka secara rinci.

Kecelakaan Tunggal Rombongan Seni di Batang

Di lokasi berbeda, kecelakaan lalu lintas juga menimpa rombongan kesenian warok "Wahyu Cipto Budoyo" (WCB) asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026) pukul 18.30 WIB.

Sebuah minibus bernomor polisi AA 7218 HE yang membawa rombongan tersebut terjun ke jurang sedalam 20 meter di ruas jalan Dukuh Bakalan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat kendaraan yang dikemudikan oleh Man bin Slamet (48) melintasi jalan tanjakan dan tikungan tajam.

"Saat melewati jalan menanjak dan menikung, mesin kendaraan tiba-tiba mati, sehingga mobil mundur dan akhirnya terperosok ke jurang," ungkap AKP Eka Hendra.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden di Batang tersebut. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 5.000.000. Setelah kejadian, rombongan dilaporkan tetap melanjutkan perjalanan menuju Desa Mojotengah untuk melakukan pentas kesenian. 

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan judul Mobil Pengantar Pengantin Masuk Jurang di Bengkulu Tengah, 2 Penumpang Meninggal dan Tribunnews.com dengan judul Tragedi Rombongan Pengantin di Bengkulu, Mobil Masuk Jurang, 2 Tewas,

https://www.kompas.com/sumatera-selatan/read/2026/03/30/144500588/kronologi-mobil-rombongan-pengantin-terjun-ke-jurang-di-desa

Terkini Lainnya

Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com