Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Modus Loker Restoran, 14 Remaja Sumsel Terjebak Judi Online di Kamboja

Ke-14 remaja tersebut mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Senin (30/3/2026) pukul 12.55 WIB. Isak tangis dan rasa syukur mewarnai kepulangan mereka setelah sempat telantar dan mengalami penyiksaan di luar negeri.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang menyambut langsung kepulangan mereka di auditorium Pemprov Sumsel, menegaskan bahwa para pemuda ini merupakan korban penipuan jalur gelap.

“Mereka dijanjikan bekerja di restoran di Kamboja, tapi justru dipekerjakan sebagai agen judi dan penipuan online,” ujar Herman Deru saat menyerahkan para remaja tersebut kepada keluarga mereka, Senin.

Disiksa dan Disetrum jika Tak Capai Target

Penyiksaan fisik menjadi kenyataan pahit yang harus ditelan para korban. R (25), salah satu korban asal 7 Ulu, Palembang, menceritakan betapa mengerikannya kondisi bekerja di sana. R awalnya ditawari bekerja di sebuah restoran di Vietnam dengan gaji menggiurkan oleh rekannya.

Namun, alih-alih ke Vietnam, ia justru dibawa ke Kamboja untuk menjadi admin penipuan bermodus asmara (love scamming). Selama tujuh bulan bekerja, ia hanya menerima gaji selama dua bulan sebesar Rp 6 juta.

"Pantat saya sudah sering dicambuk sampai biru. Pernah juga disetrum di badan. Kerjanya tim saya sebagai yang chatting love untuk mencari mangsa," ungkap R dengan nada getir.

Hal senada diungkapkan V, korban lainnya. Ia memilih melarikan diri hanya empat hari setelah bekerja karena mendengar kabar dirinya akan "dijual" ke perusahaan lain. V bersama sembilan temannya nekat kabur pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat untuk menuju penampungan.

Modus dari 'Love Scamming' hingga Ancaman Jual Organ

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengungkapkan bahwa tren TPPO ke Kamboja dan Myanmar terus meningkat. Berdasarkan data BP3MI Sumsel:

  • Tahun 2025: 262 orang asal Sumsel berhasil dipulangkan.
  • Tahun 2026 (hingga 19 Februari): 53 orang telah dipulangkan, belum termasuk 14 orang yang baru tiba.

Waydinsyah menjelaskan, para perekrut sering kali merupakan orang terdekat korban. Modusnya beragam, mulai dari tawaran kerja marketing, staf restoran, hingga paket wisata ke Malaysia yang berujung pada penyelundupan lewat jalur hutan ke perbatasan.

“Ada juga modus ‘ganti kepala’. Jika pekerja tidak mencapai target, mereka diminta membayar denda. Jika tidak mampu, mereka wajib merekrut orang baru sebagai pengganti. Jika gagal, ancamannya bisa sampai pengambilan organ tubuh,” jelas Waydinsyah.

Menanggapi maraknya kasus ini, Gubernur Herman Deru mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel untuk segera memberikan pelatihan keterampilan (skill) bagi para korban yang telah pulang.

“Saya sangat menghargai niat kalian untuk menjadi pahlawan nafkah bagi keluarga, namun sebenarnya kita bisa berkarya di daerah sendiri. Jangan sampai kalian menjadi korban lagi,” tegasnya.

Pihak BP3MI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja luar negeri yang menjanjikan keberangkatan gratis tanpa prosedur resmi. Pastikan setiap lowongan memiliki surat perjanjian kerja yang terverifikasi oleh BP3MI untuk menghindari risiko penipuan online dan perdagangan orang.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Kisah Warga Palembang Terjebak di Kamboja: Disiksa bila Kerja Tak Capai Target dan TribunSumsel.com dengan judul BP3MI Sumsel Bongkar Pola Rekrut Korban TPPO Ke Luar Negeri, Ungkap Diduga Perekrut Ada di Palembang,

https://www.kompas.com/sumatera-selatan/read/2026/03/31/064500788/modus-loker-restoran-14-remaja-sumsel-terjebak-judi-online-di

Terkini Lainnya

Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com