Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Keluhan Lampu Jalan Padam di Palembang, Sekda: 80 Laporan Masuk Setiap Hari

Kondisi ini sangat disayangkan oleh para wisatawan dan warga lokal yang sengaja datang ke Jembatan Ampera untuk mengabadikan momen Lebaran. Padahal, jembatan yang dikenal sebagai "Jembatan Merah" tersebut merupakan titik kumpul utama bagi warga yang ingin berfoto dengan latar belakang keindahan Sungai Musi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lampu jalan yang padam di atas Jembatan Ampera terletak di sisi kanan jika datang dari arah Masjid Agung, atau sisi kiri jika dari arah Jakabaring. Akibatnya, pencahayaan di area tersebut meredup dan lampu warna-warni khas Ampera tidak terpancar maksimal dalam dokumentasi foto pengunjung.

Meluas ke Jalan Protokol dan Permukiman

Masalah lampu jalan padam ini ternyata tidak hanya terjadi di Jembatan Ampera. Beberapa ruas jalan protokol lainnya di Palembang juga terpantau gelap gulita, di antaranya:

  • Jalan Wahid Hasyim Kertapati
  • Jalan tembusan Musi 6
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan Nurdin Panji

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di jalan-jalan lingkungan, lorong-lorong kecil, hingga kawasan permukiman padat penduduk di berbagai sudut Kota Palembang.

Respons Pemerintah Kota Palembang

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menggelar rapat koordinasi khusus dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan seluruh Camat se-Kota Palembang di Kantor Dishub, Senin (30/3/2026).

Aprizal mengakui bahwa volume kerusakan lampu jalan sangat tinggi dibandingkan kemampuan perbaikan oleh petugas di lapangan.

"Lampu jalan padam ini banyak disuarakan masyarakat sehingga harus ada langkah konkret. Saat ini ada sekitar 80 pengaduan setiap hari, namun yang bisa tertangani baru sekitar 40 titik per hari," ujar Aprizal Hasyim saat memimpin rapat.

Menurut Aprizal, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan penanganan PJU di Palembang belum maksimal, antara lain:

  • Keterbatasan SDM: Jumlah petugas lapangan yang tidak sebanding dengan luas wilayah.
  • Minimnya Sarana: Kurangnya alat operasional dan sarana teknis untuk perbaikan cepat.
  • Masalah Koordinasi: Belum sinkronnya komunikasi antarpihak terkait dalam penanganan di lapangan.

Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan PJU agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah penggunaan teknologi komunikasi untuk mempercepat pelaporan.

"Ke depan, koordinasi akan diperkuat. Kami berencana membuat layanan pengaduan khusus melalui grup WhatsApp agar laporan lebih terkoordinasi dan progres penanganannya dapat dipantau. Jadi tahu mana yang sudah diperbaiki dan mana yang belum," tegas Aprizal.

Selain itu, Pemkot Palembang juga akan mengoptimalkan peran koordinator lapangan (Korlap) dan petugas di tingkat kecamatan. Penjadwalan perbaikan akan disusun lebih terukur agar keluhan masyarakat dapat diminimalisir secara bertahap.

"Kami berupaya agar ke depan tidak ada lagi kendala dalam penerangan lampu jalan di Palembang," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Penjelasan Pemkot Kenapa Lampu Jalan di Palembang Banyak Padam, Sekda Sebut Sehari Dapat 80 Laporan

https://www.kompas.com/sumatera-selatan/read/2026/03/31/084500188/keluhan-lampu-jalan-padam-di-palembang-sekda--80-laporan-masuk

Terkini Lainnya

Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com