Kondisi ini sangat disayangkan oleh para wisatawan dan warga lokal yang sengaja datang ke Jembatan Ampera untuk mengabadikan momen Lebaran. Padahal, jembatan yang dikenal sebagai "Jembatan Merah" tersebut merupakan titik kumpul utama bagi warga yang ingin berfoto dengan latar belakang keindahan Sungai Musi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lampu jalan yang padam di atas Jembatan Ampera terletak di sisi kanan jika datang dari arah Masjid Agung, atau sisi kiri jika dari arah Jakabaring. Akibatnya, pencahayaan di area tersebut meredup dan lampu warna-warni khas Ampera tidak terpancar maksimal dalam dokumentasi foto pengunjung.
Meluas ke Jalan Protokol dan Permukiman
Masalah lampu jalan padam ini ternyata tidak hanya terjadi di Jembatan Ampera. Beberapa ruas jalan protokol lainnya di Palembang juga terpantau gelap gulita, di antaranya:
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di jalan-jalan lingkungan, lorong-lorong kecil, hingga kawasan permukiman padat penduduk di berbagai sudut Kota Palembang.
Respons Pemerintah Kota Palembang
Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menggelar rapat koordinasi khusus dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan seluruh Camat se-Kota Palembang di Kantor Dishub, Senin (30/3/2026).
Aprizal mengakui bahwa volume kerusakan lampu jalan sangat tinggi dibandingkan kemampuan perbaikan oleh petugas di lapangan.
"Lampu jalan padam ini banyak disuarakan masyarakat sehingga harus ada langkah konkret. Saat ini ada sekitar 80 pengaduan setiap hari, namun yang bisa tertangani baru sekitar 40 titik per hari," ujar Aprizal Hasyim saat memimpin rapat.
Menurut Aprizal, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan penanganan PJU di Palembang belum maksimal, antara lain:
Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan PJU agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah penggunaan teknologi komunikasi untuk mempercepat pelaporan.
"Ke depan, koordinasi akan diperkuat. Kami berencana membuat layanan pengaduan khusus melalui grup WhatsApp agar laporan lebih terkoordinasi dan progres penanganannya dapat dipantau. Jadi tahu mana yang sudah diperbaiki dan mana yang belum," tegas Aprizal.
Selain itu, Pemkot Palembang juga akan mengoptimalkan peran koordinator lapangan (Korlap) dan petugas di tingkat kecamatan. Penjadwalan perbaikan akan disusun lebih terukur agar keluhan masyarakat dapat diminimalisir secara bertahap.
"Kami berupaya agar ke depan tidak ada lagi kendala dalam penerangan lampu jalan di Palembang," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Penjelasan Pemkot Kenapa Lampu Jalan di Palembang Banyak Padam, Sekda Sebut Sehari Dapat 80 Laporan
https://www.kompas.com/sumatera-selatan/read/2026/03/31/084500188/keluhan-lampu-jalan-padam-di-palembang-sekda--80-laporan-masuk