Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mohammad Nasir
Wartawan

Wartawan Kompas, 1989- 2018

Hati-hati Menggunakan Kata Grooming

Kompas.com, 3 Februari 2026, 05:57 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Editor Wisnubrata

KITA perlu hati-hti dalam menggunakan kata “groom” atau “grooming”. Kata ini punya dua makna yang saling berlawanan, yakni positif dan negatif. Sekadar contoh. Seorang pria direktur sebuah perusahaan sedang meng-grooming salah seorang sekretarisnya.

Dari sisi makna positif, si direktur sedang mempersiapkan seorang sekretarisnya untuk menduduki posisi strategis di kantornya. Penyiapan dilakukan dengan memberi pelatihan-pelatihan memimpin, dan cara berpakaian yang elegan.

Sementara kalimat tersebut juga bisa diartikan dari sisi negatif. Si direktur sedang melakukan bujuk-rayu, dan memanipulasi psikologis, seakan-akan melindungi. Padahal tujuan utama yang disembunyikan dengan penuh kehati-hatian adalah pelecehan seksual, atau pelibatan dalam dunia kejahatan, seperti terorisme, dan perdagangan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Istilah “grooming” (Bahasa Inggris), belakangan ini mendadak dominan bermakna negatif daripada positif yang selama ini diketahui banyak orang. Dominasi negatif kata “grooming” mewarnai jagat media, setelah terbit memoar Aurélie Alida Marie Moeremans, aktris dan penyanyi Indonesia, kelahiran Brussel, Belgia 1993.

Melalui memoarnya berjudul “Broken Strings” yang beredar Januari 2026, ia dengan jujur menyatakan dirinya menjadi korban (child) grooming, sejak usia 15 tahun.

United Nations Children's Fund (UNICEF), badan PBB yang berdedikasi untuk melindungi hak, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan anak-anak serta perempuan di seluruh dunia, memberi definisi (child) grooming adalah proses membangun relasi dengan seseorang anak agar terlibat dalam aktivitas seksual dengan cara memikat, memanipulasi, atau menghasut anak, baik secara langsung maupun melalui internet. (BBC News Indonesia, 17 Januari 2026).

Istilah “grooming” selanjutnya digunakan untuk melabeli perbuatan tercela seorang guru wali kelas sebuah Sekolah Dasar Negeri di Serpong, Tangerang Selatan yang diduga mencabuli 16 murid pria. Kasus ini sedang ditangani Kepolisian Resort Tangerang Selatan (Kompas, Kamis, 22 Januari 2026).

Baca juga: Pelaku Child Grooming Sering Terlihat Baik, Ini Ciri-cirinya

Grooming Positif 

Istilah “grooming” sebelumnya banyak dimaknai sebagai perbuatan positif, seperti bersolek, merawat kuda, merawat anjing, dan bahkan bermakna mempelai.

Dalam Dictionary of English and Culture, Longman Group UK Limited 1992, disebutkan “grooming” berasal dari kata “groom” (kata benda) yang berati orang yang bertanggung jawab merawat kuda, termasuk memberi makan, dan membersihkan. Bahkan “groom” dalam kamus ini juga dimaknai “mempelai (bridegroom)”.

“Groom” juga didefinisikan sebagai kata kerja yang berarti merawat penampilan diri dengan berpakaian necis, bersih, dan menjaga rambut selalu rapi.

Sementara “groom” untuk binatang, diartikan membersihkan bulu atau kulit baik dilakukan binatang sendiri atau binatang lainnya, saling membersihkan. Seperti monyet atau ayam membesihkan bulu sesamanya.

Masih bermakna positif, dalam kamus yang sama, kata “groom”berarti mempersiapkan seseorang untuk menempati posisi khusus.

Kamus lain Oxford Language (online) juga mendefinisikan dengan makna senada: “grooming” adalah menyiapkan seseorang dengan pelatihan untuk tujuan khusus untuk selanjutnya diberi tugas khusus, misalnya untuk kemajuan instansi atau bisnis perusahaan. Misalnya, seorang calon manajer diberi pelatihan khusus bagaimana cara memimpin rapat, memberi pengarahan, dan cara berpakaian yang pantas.

Akan tetapi kamus Oxford (online) juga memberi makna “grooming”dengan definisi yang mengandung makna negatif. Menurut kamus ini “grooming” adalah tindakan mencoba menjalin hubungan dengan seorang anak atau remaja, dengan maksud untuk melakukan pelecehan seksual terhadap mereka, atau membujuk mereka untuk melakukan tindakan ilegal seperti menjual narkoba atau bergabung dengan organisasi teroris.

Tindakan “grooming” juga dilakukan melalui jaringan internet yang kini marak dan semestinya menjadi perhatian bersama, supaya tidak memangsa banyak korban.

Karena kata “groom” mempunyai dua makna yang saling berlawanan, dalam berkomunikasi diperlukan kehati-hatian. Bagi penerima informasi tertulis maupun lisan, juga perlu hati-hati. LIhat konteks-nya, supaya tidak salah paham. 

Baca juga: Mengapa Anak Tidak Sadar Dirinya Sedang Jadi Korban Child Grooming?

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Terkini Lainnya
10 Cara Hemat BBM Mobil Matic, Kurangi Boros dengan Tips Sederhana
10 Cara Hemat BBM Mobil Matic, Kurangi Boros dengan Tips Sederhana
Tren
10 Kota Teraman di Asia Tenggara 2026, Jakarta Ungguli Bangkok dan Kuala Lumpur
10 Kota Teraman di Asia Tenggara 2026, Jakarta Ungguli Bangkok dan Kuala Lumpur
Tren
Sejumlah Media Malaysia Soroti WFH ASN Indonesia, Apa Kata Mereka?
Sejumlah Media Malaysia Soroti WFH ASN Indonesia, Apa Kata Mereka?
Tren
Trump Kesal Sekutu Eropa Tak Bantu AS, Minta Inggris dan Perancis Cari Minyak Sendiri
Trump Kesal Sekutu Eropa Tak Bantu AS, Minta Inggris dan Perancis Cari Minyak Sendiri
Tren
Siaga Perang, Armada Kapal Induk AS Bertambah di Timur Tengah, Ini Kecanggihan USS George HW Bush
Siaga Perang, Armada Kapal Induk AS Bertambah di Timur Tengah, Ini Kecanggihan USS George HW Bush
Tren
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Tren
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau