Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berakibat Fatal, Ini Tanda dan Penyebab Penumpukan Plak dalam Darah

Kompas.com, 26 Juni 2022, 09:40 WIB
Maya Citra Rosa

Penulis

KOMPAS.com - Adanya penumpukan plak bisa mengakibatkan darah sulit mengalir melalui pembuluh darah arteri di mana pun bagian tubuh, meliputi jantung, kaki, otak dan ginjal.

Mengutip Cleveland Clinic, plak adalah zat lengket yang terbuat dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lainnya.

Saat plak menumpuk, arteri Anda menjadi keras dan sempit.

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh Anda.

Kondisi penumpukan plak dalam pembuluh darah arteri ini disebut dengan aterosklerosis. Mengutip Healthline, aterosklerosis mengakibatkan kekurangan darah dan oksigen di berbagai jaringan tubuh Anda.

Potongan plak juga bisa pecah, menyebabkan bekuan darah.

Aterosklerosis adalah penyakit kronis progresif di mana plak menumpuk di dinding arteri dan ini masalah yang cukup umum terkait dengan penuaan.

Tanda-tanda penumpukan plak

Baca juga: Dosen Unpad: Plak Harus Dibersihkan agar Terhindar Penyakit di Rongga Mulut

Mengutip Healthline, tanda-tanda umum ada penumpukan plak dalam pembuluh darah, meliputi:

  • Nyeri dada atau angina
  • Rasa sakit di kaki, lengan, dan tempat lain yang memiliki arteri tersumbat
  • Kram di pantat saat berjalan
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Kebingungan, yang terjadi jika penyumbatan mempengaruhi sirkulasi ke otak Anda
  • Hilangnya fungsi motorik atau sensorik di satu sisi tubuh, yang terjadi jika penyumbatan mempengaruhi sirkulasi ke otak Anda
  • Kelemahan otot di kaki Anda karena kurangnya sirkulasi.

Tanpa pengobatan, aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit di antaranya yaitu:

  1. Serangan jantung: penumpukan plak terjadi di arteri yang memasok darah ke jantung.
  2. Stroke: pembuluh darah di otak pecah dan berdarah atau ketika ada penyumbatan suplai darah ke otak.

Keduanya merupakan keadaan darurat medis.

Sehingga, penting juga Anda mengetahui gejala serangan jantung dan stroke.

Jika tidak ada cukup darah kaya oksigen yang mengalir ke jantung karena tersumbat oleh penumpukan plak, itu dapat menyebabkan kerusakan. Akibatnya, otot jantung mulai mati dan serangan jantung terjadi.

Gejala serangan jantung antara lain:

  • Nyeri dada atau ketidaknyamanan
  • Nyeri di bahu, punggung, leher, lengan, dan rahang
  • Sakit perut
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pusing
  • Mual atau muntah
  • Rasa malapetaka yang akan datang.

Jika aliran darah ke otak tersumbat oleh penumpukan plak, oksigen akan terblokir, sel-sel otak dan jaringan menjadi rusak hingga mulai mati dalam beberapa menit.

Gejala penyakit stroke antara lain:

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Penumpukan Plak dalam Pembuluh Darah

  • Kelemahan atau mati rasa di wajah atau anggota badan
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan memahami ucapan
  • Masalah penglihatan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Tiba-tiba sakit kepala parah.

Apa yang menyebabkan penumpukan plak?

Mengutip Cleveland Clinic, aterosklerosis dimulai karena terjadi kerusakan pada lapisan dalam arteri Anda (endotelium).

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko Anda terkena aterosklerosis. Ini termasuk:

Baca juga: 9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

  1. Hiperlipidemia (kolesterol tinggi)
  2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Hiperglikemia (gula darah tinggi)
  4. Respon imun dan peradangan.
  5. Merokok adalah penyebab utama.

Sumber: Kompas.com (Penulis Shintaloka Pradita Sicca | Editor Shintaloka Pradita Sicca)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau