SERANG, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak menjelang momen Lebaran 2026. Imbauan ini menyusul ditemukannya sekitar 2.000 kasus suspek campak di Banten sejak awal tahun ini, yang memicu kekhawatiran terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Ati menekankan pentingnya menjaga interaksi terutama terhadap bayi dan anak-anak yang memiliki kerentanan tinggi terhadap penularan virus ini.
“Anak-anak, usia rentan, anak yang baru lahir di bawa mudik lebaran, jangan banyak disentuh oleh anggota keluarga atau orang lain, kecuali tangan mereka dalam kondisi pasti bersih,” kata Ati saat dihubungi, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: 252 Kasus Campak di Jabar, Warga Diminta Waspada Saat Mudik Lebaran
Ati menjelaskan, penularan campak sering kali tidak disadari karena gejala awalnya menyerupai penyakit batuk, pilek, demam, lelah, dan letih. Jika tidak segera diantisipasi, gejala tersebut akan berlanjut dengan munculnya bercak pada wajah dan tubuh.
Pihaknya menyoroti kecenderungan masyarakat yang sering menganggap gejala campak sebagai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) biasa. Akibatnya, anak-anak yang terinfeksi tidak dipakaikan masker sehingga menularkan penyakit lebih cepat ke anak-anak usia 0 hingga 18 tahun.
“Seringkali dianggap ISPA biasa, sehingga anak tidak memakai masker dan menularkannya dengan cepat ke anak-anak usia 0 sampai 18 tahun. Kasusnya banyak ditemukan pada anak SD dan SMP,” ungkapnya.
Baca juga: Kasus Campak Melonjak, Dinkes Palembang Beri Vaksin Tambahan untuk Anak
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Banten kini mengintensifkan program imunisasi. Langkah cepat yang dilakukan meliputi outbreak response immunization (ORI) dan catch up campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko tinggi.
“Di beberapa kabupaten/kota lain, kita juga sedang mengejar imunisasi kejar. Jadi, anak-anak yang tertinggal imunisasinya kita lengkapi,” tegas Ati.
Masyarakat diimbau untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ditemukan gejala serupa campak dan membatasi anak beraktivitas di luar rumah guna mencegah penyebaran lebih luas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang