Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayah Siswa SMAN 5 Bandung yang Tewas di Cihampelas: Kami Sudah Ikhlas

Kompas.com, 15 Maret 2026, 16:47 WIB
Faqih Rohman Syafei,
Reni Susanti

Tim Redaksi

o

BANDUNG, KOMPAS.com — Keluarga Muhammad Fahdly Arjasubrata (17), siswa kelas XI SMAN 5 Bandung yang meninggal diduga karena dikeroyok di Cihampelas, Bandung, Jumat (13/3/2026) malam, mengaku telah menerima kepergian anak mereka.

Ayah almarhum, Firdan Ardjasubrata mengatakan, keluarga berusaha ikhlas menerima kejadian tersebut sejak awal saat mendapat kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan.

“Saat itu saya sudah menerima ketetapan. Saya tidak berpikir ke mana-mana dengan masalah itu,” kata Firdan saat berbincang dengan Kompas.com di rumah duka di Jalan Kalasan V, Kota Cimahi, Minggu (15/3/2026) siang.

Baca juga: Lokasi Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung di Cihampelas Ditaburi Bunga

Kabar pertama dari istri

Firdan menuturkan, kabar meninggal anaknya pertama kali diterima dari istrinya, Fahdly belum pulang ke rumah.

Saat itu Fahdly diketahui tinggal bersama neneknya di Jalan Burangrang, Kota Bandung, selama bersekolah.

“Iya dapat kabar dari istri bahwa anak saya belum pulang. Saya diminta coba cek,” ucap Firdan.

Tak lama kemudian, istrinya mendapat informasi dari teman Fahdly yang menyebut anak mereka mengalami kecelakaan.

Firdan mengaku sempat melihat foto yang beredar dan menduga kondisi anaknya sudah tidak bernyawa.

Baca juga: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas di Cihampelas, Wali Kota Farhan Sampaikan Belasungkawa

Datangi lokasi kejadian

Saat mendengar kabar anaknya, Fidhan mengaku kebingungan. Ia kemudian memutuskan pergi ke lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.

Di tengah perjalanan menuju lokasi, ia sempat berhenti karena merasa pusing. Namun, ia tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Begitu tiba di lokasi, Fahdly masih dalam penanganan petugas Inafis Polrestabes Bandung bersama ambulans dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Berdasarkan informasi awal yang ia terima saat itu, kejadian tersebut diproses sebagai kecelakaan lalu lintas.

Dibawa ke rumah sakit

Setelah proses di lokasi selesai, jenazah Fahdly dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.

Keesokan harinya, Firdan kembali datang ke rumah sakit dan berkomunikasi dengan pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung terkait penanganan kasus tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau