o
BANDUNG, KOMPAS.com — Keluarga Muhammad Fahdly Arjasubrata (17), siswa kelas XI SMAN 5 Bandung yang meninggal diduga karena dikeroyok di Cihampelas, Bandung, Jumat (13/3/2026) malam, mengaku telah menerima kepergian anak mereka.
Ayah almarhum, Firdan Ardjasubrata mengatakan, keluarga berusaha ikhlas menerima kejadian tersebut sejak awal saat mendapat kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan.
“Saat itu saya sudah menerima ketetapan. Saya tidak berpikir ke mana-mana dengan masalah itu,” kata Firdan saat berbincang dengan Kompas.com di rumah duka di Jalan Kalasan V, Kota Cimahi, Minggu (15/3/2026) siang.
Baca juga: Lokasi Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung di Cihampelas Ditaburi Bunga
Firdan menuturkan, kabar meninggal anaknya pertama kali diterima dari istrinya, Fahdly belum pulang ke rumah.
Saat itu Fahdly diketahui tinggal bersama neneknya di Jalan Burangrang, Kota Bandung, selama bersekolah.
“Iya dapat kabar dari istri bahwa anak saya belum pulang. Saya diminta coba cek,” ucap Firdan.
Tak lama kemudian, istrinya mendapat informasi dari teman Fahdly yang menyebut anak mereka mengalami kecelakaan.
Firdan mengaku sempat melihat foto yang beredar dan menduga kondisi anaknya sudah tidak bernyawa.
Baca juga: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas di Cihampelas, Wali Kota Farhan Sampaikan Belasungkawa
Saat mendengar kabar anaknya, Fidhan mengaku kebingungan. Ia kemudian memutuskan pergi ke lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.
Di tengah perjalanan menuju lokasi, ia sempat berhenti karena merasa pusing. Namun, ia tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Begitu tiba di lokasi, Fahdly masih dalam penanganan petugas Inafis Polrestabes Bandung bersama ambulans dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Berdasarkan informasi awal yang ia terima saat itu, kejadian tersebut diproses sebagai kecelakaan lalu lintas.
Setelah proses di lokasi selesai, jenazah Fahdly dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.
Keesokan harinya, Firdan kembali datang ke rumah sakit dan berkomunikasi dengan pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung terkait penanganan kasus tersebut.