BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian mengidentifikasi tiga titik rawan kepadatan di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.
Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto mengatakan, titik-titik tersebut kerap menjadi lokasi perlambatan kendaraan, terutama saat volume lalu lintas meningkat.
“Ada tiga titik kepadatan, yaitu di Pasir Muncang, Megamendung, dan Pasar Cisarua,” kata Afif di Pos Terpadu Simpang Gadog, Senin (23/3/2026).
Menurut dia, kepadatan di titik-titik tersebut dipicu oleh pertemuan arus kendaraan, aktivitas masyarakat, hingga kondisi jalan yang menyempit di beberapa lokasi.
Baca juga: H+2 Lebaran, Volume Kendaraan yang Masuk Jalur Puncak Bogor Meningkat 35 Persen
Untuk mengantisipasi kemacetan, polisi telah menempatkan ratusan personel di sepanjang jalur Puncak.
Sebanyak 200 personel gabungan dari Polres Bogor, Dit Samapta dan Polda Jawa Barat disiagakan di sepanjang sekitar 22 kilometer jalur Puncak.
Selain pengamanan, petugas juga bertugas mengatur arus lalu lintas serta mempercepat penanganan jika terjadi kepadatan.
Afif mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas saat melintasi titik-titik rawan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada hari ke-3 Idul Fitri 1447 Hijriah atau H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026) pagi.
Baca juga: Ibu Hamil Akan Melahirkan di Tengah Kemacetan Jalur Puncak, Kapolsek Ciawi Buka Jalan ke RS
Antrean panjang kendaraan terlihat mengular sejak kawasan Simpang Gadog atau selepas Exit GT Ciawi, bahkan nyaris tanpa celah di kedua arah.
Pengamatan Kompas.com di lapangan pukul 09.25 WIB, arus lalu lintas didominasi kendaraan pribadi dan sepeda motor yang bergerak merayap.
Sejumlah kendaraan tampak berhenti, sementara pengendara motor berusaha mencari celah di antara mobil yang berjejer rapat.
Kepadatan juga terlihat di Jalan Raya Ciawi yang menjadi salah satu titik masuk jalur wisata Puncak. Kendaraan tampak terus mengalir dengan lajunya tersendat akibat tingginya volume wisatawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang