Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudah Terjebak Macet, Bandung Zoo Tutup, Warga Sumedang Pilih Botram di Pinggir Gerbang

Kompas.com, 23 Maret 2026, 15:12 WIB
Agie Permadi,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Libur lebaran tahun ini Pemerintah Kota Bandung memutuskan untuk menutup ikon kawasan wisata edukasi Bandung Zoo.

Hal ini tentu membuat warga kecewa, lantaran lokasi wisata primadona di Kota Bandung itu tak beroperasional pada momen libur lebaran kali ini.

Kekecewaan itu dirasakan Ega (22) dan keluarganya yang datang dengan menggunakan mobil pick up dari kawasan Curug Cinulang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ega mengaku tak tahu jika kawasan wisata Bandung Zoo tak beroperasi saat libur lebaran.

"Saya nggak tahu ini (Bandung Zoo) tutup," kata Ega, saat ditemui di depan Bandung Zoo, Senin (23/3/2026). 

Baca juga: Libur Lebaran Idul Fitri, Kunjungan Wisata ke Bromo Melonjak Signifikan

Ega memarkirkan kendaraannya didepan Bandung Zoo, lelah setelah berjam-jam melakukan perjalanan hingga harus menghadapi kemacetan panjang di tengah arus balik lebaran 2026 ini. 

Ega menceritakan, pagi itu, arus kendaran di kawasan Cileunyi mengular lebih panjang dari biasanya. Libur lebaran selalu membawa cerita yang sama, jalanan padat, tujuan wisata penuh, dan harapan untuk berkumpul keluarga. 

Sejak pukul 09.00 WIB, ia berangkat dari Kabupaten Sumedang, niatnya menghabiskan waktu libur di Kebun Binatang Bandung. Namun sesampainya di lokasi, gerbang yang ia tuju justru tertutup. 

"Macet di Cileunyi, datang kesini ya tutup, perjalanan lumayan capek, ditutup terus kumpul dulu di sini karena lapar. Nanti setelah di sini ya mungkin pulang lagi," ujarnya sambil duduk bersama rombongan. 

Baca juga: Lebaran, Pemkab Jember Siagakan Ambulans dan Nakes di Destinasi Wisata, Fokus di 9 Titik

Kekecewaan itu tak sepenuhnya ia larutkan. Bersama keluarganya, ia memilih menggelar tikar tepat di sebelah gerbang masuk Bandung Zoo. Di pinggir jalan, dibawah rindang pepohonan Jalan Tamansari, Ega dan keluarga menikmati hindangan, botram bersama bersama keluarga.

"Ya sedikit kecewa, tapi ya sambil ibu-ibu pengen kumpul ya sudah di sini makan-makan, botram aja di sini," katanya. 

Harapannya masih tersisa, ini adalah yang pertama kali bagi Ega berencana berkunjung ke Bandung Zoo. "Semoga di buka lagi Bandung Zoo, baru pertama kali ini," katanya. 

Cerita serupa datang dari Lina yang menempuh perjalanan dari Majalaya. Awalnya memang bukan berencana ke Bandung Zoo, tetapi ke Ciwidey namun urung karena kemacetan. Kebun Binatang Bandung pun akhirnya menjadi pilihan, namun ternyata malah tak bisa di akses. 

Baca juga: Libur Lebaran 2026, Kemenpar Prediksi Pergerakan Wisata Tembus 100 Juta Orang

"Mau ke sini tapi tutup, jauh-jauh dari Majalaya. Sebelumnya enggak tahu ditutup, kecewa," katanya. 

Kini Lina justru kebingungan menentukan tujuan berikutnya. "Gak tahu ini mau kemana, bingung gak tahu ke Lembang gak tahu kemana," ucapnya. 

Di sisi lain, Hanafi yang datang dari Cicalengka juga mengalami pengalaman serupa. Perjalanan ia tempuh dengan kereta kemudian lanjut dengan ojek daring, dan berakhir di depan pintu gerbang Bandung Zoo yang masih tertutup. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau