BOGOR, KOMPAS.com - Kepadatan kendaraan mulai terjadi di ruas tol menuju Sukabumi, termasuk di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran 2026.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengakui adanya kepadatan hingga menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Ia menyebut bahwa peningkatan volume kendaraan di jalur tol diperkirakan masih akan terus bertambah dalam waktu dekat.
"Ya, untuk jalur tol ya, ini kita selalu berkoordinasi dengan Korlantas Polri. Ini situasi sekarang jelas ada peningkatan tapi saya lihat mungkin besok ya akan terjadi peningkatan lagi (lebih padat)," kata Rudi saat meninjau situasi lalu lintas di Pospol Hoegeng, Gadog, Puncak, Bogor, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Jelang Lebaran, 7.758 Kendaraan Keluar dari Tol Fungsional Bocimi Menuju Sukabumi
Ia menjelaskan, kepolisian terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk menentukan pola rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan di ruas tol tersebut.
Menurut dia, skema rekayasa bisa berupa one way sepenggal hingga penerapan one way skala nasional untuk mengurai kemacetan.
Namun rekayasa itu juga tergantung kondisi di lapangan alias bersifat situasional.
“Nanti rekayasa lalu lintasnya kita mengikut dari Mabes Polri. Apakah nanti mulai one way sepenggal atau one way nasional, kita ikuti arahan,” ujarnya.
Selain di jalur tol, Rudi menyebut kepadatan juga terjadi di jalur arteri akibat tingginya pergerakan masyarakat antarwilayah.
Ia mengatakan, aktivitas silaturahmi antar kabupaten dan kota menjadi salah satu faktor utama meningkatnya volume kendaraan.
“Pergerakan masyarakat antar kabupaten-kota ini cukup padat,” kata Rudi.
Baca juga: Karakter Ombak Besar dan Arus Kuat Jadi Imbauan Polisi di Laut Sukabumi
Meski demikian, kepolisian memastikan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, baik di jalan tol maupun arteri.
Rudi menegaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel menyesuaikan kondisi kendaraan di lapangan guna mencegah kemacetan semakin parah.
"Arteri jalur selatan ini mendominasi. Kita lihat struktur jalannya kan itu berbelok-belok, turunan, tanjakan, dan sebagainya. Banyak pasar, banyak tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya pemberhentian segala macam sehingga kepadatan ini akan terjadi," jelas Rudi.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di jalur selatan, polisi menyiagakan pos terpadu yang menghubungkan wilayah Nagreg, Limbangan, hingga Gentong.
"Nagreg kami ada pos berkoordinasi dengan Limbangan, berkoordinasi dengan Gentong. Ini tiga ini satu talian ya untuk di jalur selatan. Kita menerapkan beberapa rekayasa. Rekayasa tadi one way sepenggal dilihat dengan kapasitas kendaraan," pungkasnya.
Hingga Senin sore, titik kepadatan di wilayah Sukabumi masih terkonsentrasi di area Parung Kuda dan Cibadak.
Petugas terus melakukan pengamanan guna memastikan arus tetap mengalir meski terjadi lonjakan volume kendaraan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang