Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wisata Nirmala di Ujung Barat Bogor, Dari Tempat Terpencil Kini Diserbu Wisatawan

Kompas.com, 25 Maret 2026, 11:35 WIB
Putra Ramadhani Astyawan,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Kawasan wisata Nirmala di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kini menjadi primadona baru masyarakat dalam momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Wisawatan berbondong-bondong datang untuk merasakan akses jalan yang mulus dengan pemandangan indah perbukitan kebun teh Nirmala.

Sebelumnya, akses menuju kawasan wisata di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu dikenal sangat sulit dilalui.

Kondisi jalan yang berbatu dan berlumpur saat hujan membuat wilayah tersebut terkesan terisolasi selama puluhan tahun.

Baca juga: Sejak Zaman Penjajahan Tak Pernah Tersentuh, Jalan Nirmala Nanggung Akhirnya Dibangun Pemkab Bogor

Kini, wajahnya berubah total menjadi jalan mulus yang nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat setelah diperbaiki Pemkab Bogor.

Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Pada momen libur Idul Fitri 1447 H, arus kendaraan menuju kawasan Nirmala terpantau padat. Bahkan, suasananya disebut-sebut mulai menyerupai kawasan Puncak saat akhir pekan.

Pembangunan Jalan Nirmala menjadi salah satu proyek strategis yang membuka akses antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Salah satu wisatawan, Dhani Swara, mengatakan bahwa kondisi jalan menuju Malasari kini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ini saya masih nginep di Kampung Citalahab-nya. Tanggapannya jauh lebih baik, jalannya sudah mulus, hanya beberapa meter saja yg belum di beton ke Kampung Citalahab-nya," kata Dhani kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Ia mengaku, pernah menjelajahi Malasari beberapa tahun lalu sebelum adanya pembangunan jalan. Ketika itu kondisi jalan sangat rusak karena bebatuan.

Baca juga: Puas Liburan, Kembali ke Realita: Pekerja Mengejar Waktu di Stasiun Bogor

"Parah banget (kondisi dulu), mulai masuk desanya aja jalannya jelek, apalagi pas masuk ke perkebunan teh Nirmala, itu bebatuan berkilo-kilo pokoknya sampai ke perbatasan Sukabumi itu bebatuan. Saya sudah dari 2018 sering ke sini," ungkapnya.

Kini, wajah Malasari pun berubah setelah mendapat sentuhan pembangunan infrastruktur jalan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Tak hanya untuk wisatawan, warga sekitar juga terdampak dengan perputaran ekonomi yang mulai tumbuh.

"Sekarang sudah mulus beton, walupun sedikit lagi belum dibeton ke Kampung Citalahab, tapi katanya sudah direncakan tahun ini bakal dilanjut lagi. Jelas seneng banget, warga sini pun merasakan dampak yang luar biasa," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau