BOGOR, KOMPAS.com - Kebakaran pabrik terpal di kawasan Setu Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor belum padam hingga Senin (30/3/2026) siang.
Titik api masih muncul karena material bahan kimia di dalam bangunan belum sepenuhnya habis terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, penanganan masih berlangsung.
Saat ini, titik api masih ada tetapi tidak sampai meluas ke sekitarnya.
“Titik api masih ada karena yang terbakar bahan kimia belum habis,” ujar Yudi kepada wartawan.
Baca juga: Rumah di Gunung Putri Bogor Dibobol Siang Hari, Emas Antam 50 Gram Raib
Menurut dia, selain banyaknya bahan kimia yang terus memicu api, pemadaman terkendala ketiadaan unit foam yang idealnya digunakan untuk menangani kebakaran jenis tersebut.
Oleh karena itu, masih ada unit petugas damkar yang dipertahankan untuk terus bersiaga di lokasi.
“Kita belum punya unit foam,” kata Yudi.
Sementara itu, Komandan Sektor (Dansek) Damkar Gunung Putri, Hendra Kurniawan memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, hingga pukul 11.00 WIB, petugas masih melakukan pendinginan karena api belum benar-benar padam.
“Untuk korban enggak ada. Penanganan sampai saat ini, jam 11 siang itu masih pendinginan,” ujar Hendra saat dihubungi Kompas.com.
Baca juga: Atap SMAN 2 Gunung Putri Bogor Ambruk, 6 Ruang Kelas Rusak dan Siswa Diliburkan
Saat dikonfirmasi apakah kebakaran sudah dinyatakan padam, Hendra menegaskan mengatakan belum.
Hingga Senin siang kini, petugas damkar berada di lokasi untuk memutus sisa titik api yang berasal dari tumpukan bahan kimia di dalam bangunan pabrik.
Sebuah pabrik terpal di kawasan Setu Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terbakar pada Minggu (29/3/2026) pukul 15.30 WIB.
Dalam video yang diterima Kompas.com dari Damkar, kebakaran menimbulkan kobaran api besar yang tampak menjalar hingga atap bangunan dan disertai asap hitam pekat yang membubung tinggi.
Komandan Sektor (Dansek) Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunung Putri, Hendra Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan bahwa sejak tadi ada empat unit damkar telah dikerahkan ke lokasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang