Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Butuh Rp 600 Miliar untuk Perbaiki Semua Jalan Rusak di Kabupaten Indramayu

Kompas.com, 30 Maret 2026, 19:56 WIB
Handhika Rahman,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Setidaknya masih butuh anggaran sebesar kurang lebih Rp 600 miliar untuk memperbaiki jalan rusak kabupaten di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Indramayu, Maulana Malik, mengungkapkan, saat ini kondisi jalan kabupaten yang sudah mulus baru menyentuh angka 88 persen.

Artinya, masih ada sisa 12 persen jalan rusak lagi yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

"Memang kalau untuk 100 persen jalan kabupaten mulus itu butuh anggaran sekitar Rp 600 miliar lagi," ungkap Maulana saat meninjau jalan rusak di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Respons Protes Wisata Off Road Gratis, Pemkab Indramayu Siapkan Rp 3,5 Miliar Cor Jalan Rusak

Meski begitu, Maulana memastikan perbaikan jalan yang rusak terus dikebut secara bertahap.

Khusus di tahun 2026 ini, Dinas PUPR telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 250 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Indramayu.

Dari anggaran tersebut, diproyeksikan sekitar 20 kilometer jalan rusak bisa diperbaiki pada tahun ini sehingga dapat mendongkrak status jalan kabupaten yang mulus naik sekitar 2 persen.

"Hanya saja untuk diketahui juga anggaran Rp 250 miliar ini kami masih terbagi, bukan jalan semua, sebagian ada juga untuk irigasi," tuturnya.

Di sisi lain, Maulana tak menampik ada sejumlah kendala yang dihadapi Pemkab Indramayu, salah satunya adalah soal kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah.

Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tetap berada di urutan teratas skala prioritas APBD Indramayu 2026.

Baca juga: Warga Gadingan Indramayu Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak: Wisata Off Road Gratis

"Sisa jalan yang masih rusak ini akan terus kami kebut. Meski ada efisiensi, perbaikan infrastruktur tetap kami prioritaskan," ucap Maulana.

Salah satu titik jalan rusak yang masuk rencana perbaikan tahun ini adalah Jalan Desa Gadingan di Kecamatan Sliyeg.

Khusus untuk jalan ini, Pemkab Indramayu telah mengalokasikan dana Rp 3,5 miliar untuk memperbaiki jalan sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 5 meter.

"Perbaikan insya Allah bulan April tahun ini, perbaikannya dengan cara dicor," jelasnya.

Petugas Dinas PUPR Indramayu saat melakukan pengukuran jalan rusak yang akan diperbaiki di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (30/3/2026)KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN Petugas Dinas PUPR Indramayu saat melakukan pengukuran jalan rusak yang akan diperbaiki di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (30/3/2026)

Lebih lanjut, Maulana turut meminta dukungan dari masyarakat dalam upaya perbaikan infrastruktur yang bakal dilakukan pemerintah daerah.

Ia mengimbau warga untuk berkoordinasi dengan pemerintah jika mendapati jalan rusak di lingkungannya.

Sembari menunggu perbaikan permanen, pemerintah berjanji akan melakukan penanganan darurat terlebih dahulu.

"Kami juga mohon kerja samanya juga dari masyarakat agar bisa bekerja sama-sama. Walau belum mulus, minimalnya bisa nyaman dilintasi," ucap Maulana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau