CIANJUR, KOMPAS.com – Kondisi saluran drainase di Jalur Puncak Cianjur disorot karena telah lama dikeluhkan oleh warga. Pasalnya di drainase ini ketika banjir, arusnya membahayakan hingga yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) pemudik asal Bandung.
Saluran air di bahu jalan itu, pada sejumlah titik, terbuka lebar tanpa pembatas maupun penutup.
Akibatnya, saat hujan lebat menyebabkan genangan, keberadaan saluran tersebut tidak terlihat oleh pengendara.
Sementara itu, pantauan Kompas.com, kondisi saluran drainase berada sejajar dengan badan jalan. Kondisi jalannya sendiri berkelok dan menurun tajam.
Baca juga: Warga Ungkap Detik-Detik Pasutri Tewas Terseret Arus Banjir di Jalur Puncak Cianjur
Lebar saluran sekitar 1 meter, dengan panjang dari lokasi kejadian korban terseret arus hingga ke aliran sungai sekitar 200 meter.
Sepanjang saluran tersebut, sebagian sudah ditutup, namun sebagian besar dibiarkan terbuka.
“Kalau bukan warga sini, apalagi pengendara dari jauh, bisa terperosok kalau kondisi jalan sedang tergenang air atau tertutup arus banjir,” ujar Anwar (58), seorang warga setempat, kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Anwar menyebut bahwa setiap hujan lebat, saluran drainase meluap hingga menyebabkan arus banjir di jalan. Kondisi tersebut diperparah oleh saluran drainase di sisi seberang yang tidak berfungsi optimal.
Baca juga: Pengendara Motor Terseret Arus Banjir di Jalur Puncak Ditemukan Meninggal, Ternyata Pasutri
"Sebenarnya, kalau drainase di seberang kondisinya baik, air tidak akan meluap sebesar itu seperti kemarin. Tapi kan saluran yang di sana sudah lama kurang berfungsi dengan baik,” kata dia.
Anwar berharap kejadian tersebut dapat menjadi perhatian bagi para pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah penanganan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Kan bisa ditutup dengan yang berongga itu sisinya dipagari. Pokoknya bagaimana caranya supaya aman saja, kalau dibiarkan seperti ini, berbahaya juga," ucapnya.
Sementara itu, Ismail (62), warga lainnya menuturkan bahwa saluran drainase tersebut baru diperbaiki sehingga menjadi lebih lebar dan kokoh.
Baca juga: Banjir Aceh Utara: Status Darurat, 2 Warga Tewas dan 3 Orang Terseret Arus Banjir
Namun, ia mengatakan beberapa titik dibiarkan terbuka tanpa penutup, padahal sebelumnya sempat direncanakan untuk ditutup.
“Setelah selesai diperbaiki waktu itu katanya mau ditutup semua, tapi sampai sekarang belum ada:” ujar Ismail.
Peristiwa tragis itu bermula saat kedua korban melintas di ruas jalan raya Cipanas, Cianjur, pada Minggu petang di tengah hujan lebat. Luapan saluran drainase menyebabkan arus banjir deras yang menggenangi jalan.
Menurut keterangan polisi, sepeda motor yang dikendarai korban kehilangan kendali akibat derasnya arus, sehingga keduanya terjatuh dan terseret ke saluran drainase.
Warga sempat berupaya menolong, namun kedua korban terbawa arus hingga ke aliran sungai dan menghilang.
Tim SAR gabungan kemudian menemukan jenazah korban pada pencarian sejak Minggu malam. Keduanya ditemukan terpisah sekitar 25 hingga 35 kilometer dari lokasi kejadian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang