Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran Pabrik Helm di Rumpin Bogor Padam Setelah 15 Jam, Kerugian Capai Puluhan Miliar

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:15 WIB
Putra Ramadhani Astyawan,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Kebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik helm di wilayah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Proses pemadaman dan pendinginan area bangunan tersebut berlangsung cukup lama, yakni kurang lebih selama 15 jam.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi bahwa api telah padam total setelah petugas berjibaku di lapangan sejak Senin pagi hingga Selasa dini hari.

"Sudah padam. Mati total dengan pendinginan di seluruh area sekitar jam 01.00 WIB," jelas Yudi kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Pabrik Helm di Rumpin Bogor Terbakar, Damkar Turun Tangan Padamkan Api

Kronologi Percikan Api di Ruang Pengecatan

Warga sedang bahu membahu membantu memadamkan api yang melahap pabrik helm di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor. Tangkapan layar video instagram @wargarumpinKOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Warga sedang bahu membahu membantu memadamkan api yang melahap pabrik helm di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor. Tangkapan layar video instagram @wargarumpin

Kapolsek Rumpin, Kompol Suyoko, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran tersebut bermula pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, para karyawan yang sedang bekerja dikejutkan dengan munculnya percikan api dari ruang pengecatan helm.

"Tak lama ada gumpalan asap dan api di salah satu ruangan dan api langsung membesar," ucap Suyoko.

Melihat api yang cepat merambat, para karyawan sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri dengan alat seadanya. Namun, material pabrik yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dan menghanguskan sebagian besar gedung.

Petugas keamanan pabrik segera melakukan evakuasi terhadap seluruh karyawan yang masih berada di dalam area produksi. Tak lama kemudian, unit pemadam kebakaran dari sektor Parung tiba di lokasi untuk memulai pemadaman.

Baca juga: Update Kebakaran Pabrik Helm di Rumpin Bogor, Titik Api di Gudang Cat Belum Padam

Gedung Produksi dan Gudang Bahan Baku Ludes

Kondisi terkini pabrik helm yang terbakar di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2026). Dok DamkarKOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Kondisi terkini pabrik helm yang terbakar di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2026). Dok Damkar

Suyoko memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Meski demikian, dampak kerusakan materiil sangat besar lantaran api melahap hampir seluruh fasilitas pabrik.

"Seluruh bangunan yang sebanyak gedung pabrik produksi dan gudang penyimpanan semuanya habis, beserta bahan baku helm yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran," tambahnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya percikan api tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Berdasarkan taksiran sementara, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Baca juga: Aksi Heroik Anak Terobos Kobaran Api Selamatkan Ibu Lansia Terjebak Kebakaran di Indramayu

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau