Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wangi Roti Tabouna Warnai Suasana Bulan Ramadhan di Tunisia, Tradisi Kuliner Khas yang Terus Dipertahankan

Kompas.com, 25 Februari 2026, 20:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan di Tunisia tidak hanya identik dengan ibadah dan tradisi keagamaan, tetapi juga dengan aroma roti yang baru dipanggang di berbagai sudut kota.

Wangi roti yang menyeruak di jalan-jalan mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat Tunisia dengan kuliner tradisional mereka.

Dilansir dari Antara, Saudi Press Agency menyebut roti menjadi bagian penting dari menu berbuka puasa dan simbol budaya di Tunisia yang terus bertahan.

Di bulan suci ini, roti Tunisia tampil sebagai perpaduan tradisi, kreativitas, dan pengaruh lintas budaya.

Baca juga: Lebih dari 904.000 Jemaah Umrah Padati Masjidil Haram pada Hari Keempat Ramadhan

Roti Tabouna, Ikon Kuliner Ramadhan Tunisia

Roti tabouna dikenal sebagai jenis roti tertua dan paling mengakar dalam tradisi kuliner Tunisia.

Roti ini dipanggang menggunakan tanur tanah liat, dengan adonan yang ditempelkan langsung pada dinding tanur yang panas.

Proses pemanggangan tersebut menghasilkan cita rasa berasap dengan tekstur khas pedesaan.

Kombinasi rasa dan aroma ini menjadikan roti tabouna sebagai sajian utama saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Tabouna tidak sekadar makanan pokok, melainkan juga simbol identitas kuliner nasional yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Pengaruh Kuliner Mediterania dan Eropa

Selain roti tradisional, baguette dari Prancis juga hadir di meja makan masyarakat Tunisia selama Ramadhan.

Kehadiran baguette mencerminkan pengaruh Eropa yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tunisia.

Bulan Ramadhan menjadi momen di mana ragam roti tradisional dan modern berdampingan.

Pengaruh Mediterania dan Afrika Utara membentuk karakter roti Tunisia yang unik dan beragam.

Dalam beberapa tahun terakhir, variasi roti semakin berkembang dengan tambahan bahan seperti buah zaitun, minyak zaitun, keju, bawang bombai, timi, dan jintan hitam. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa roti tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas kuliner.

Daya Tarik Wisata Kuliner Ramadhan di Tunisia

Keragaman roti Tunisia menarik perhatian pelancong dan pecinta kuliner. Pengalaman menikmati roti khas Tunisia saat Ramadhan menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya dan gastronomi negara tersebut.

Dengan perpaduan tradisi lama dan sentuhan modern, roti Tunisia menghadirkan potongan kecil pengalaman Ramadhan yang khas.

Aroma dan cita rasanya menjadi bagian dari suasana bulan suci yang dirayakan masyarakat Tunisia setiap tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Warga Iran Kini Dilarang Masuk UEA Tanpa Golden Visa, Simak Aturan Terbarunya
Warga Iran Kini Dilarang Masuk UEA Tanpa Golden Visa, Simak Aturan Terbarunya
Aktual
Masa Tunggu Haji Kota Bandung Tembus 27 Tahun: Daftar Usia 12 Bari Bisa Berangkat di Usia 39
Masa Tunggu Haji Kota Bandung Tembus 27 Tahun: Daftar Usia 12 Bari Bisa Berangkat di Usia 39
Aktual
Hikmah Ketentuan Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat, Tidak Hanya Sekadar Melaksanakan Rukun Islam
Hikmah Ketentuan Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat, Tidak Hanya Sekadar Melaksanakan Rukun Islam
Aktual
 Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah yang Perlu Diketahui Umat Islam
Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah yang Perlu Diketahui Umat Islam
Aktual
Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Aktual
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
Aktual
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Aktual
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Aktual
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
Doa dan Niat
 7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
Aktual
4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas
4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas
Aktual
Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah
Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah
Aktual
10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
Doa dan Niat
Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com