Editor
KOMPAS.com - Waktu mustajab untuk berdoa menjadi momen penting bagi umat Islam dalam memanjatkan harapan kepada Allah SWT.
Doa merupakan bentuk ibadah yang mencerminkan ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta.
Meski dapat dilakukan kapan saja, terdapat waktu-waktu tertentu yang diyakini memiliki keutamaan lebih besar untuk dikabulkan.
Baca juga: 10 Doa di Pagi Hari agar Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki Lancar
Selain waktu, adab dalam berdoa juga menjadi faktor penting agar doa lebih mudah diterima.
Dalam ajaran Islam, berbagai hadis shahih dan penjelasan ulama menyebutkan sejumlah waktu yang memiliki keistimewaan dalam berdoa.
Baca juga: 6 Hikmah Mengapa Doa Belum Dikabulkan, Ini Penjelasannya Menurut Ulama
Dilansir dari Antara, berikut 10 waktu mustajab untuk berdoa yang perlu diketahui:
Sepertiga malam terakhir kerap disebut sebagai waktu paling istimewa dalam berdoa. Pada momen ini, umat Islam dianjurkan bangun untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan istighfar.
"Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang meminta, akan Aku beri; siapa yang memohon ampunan, akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)
Waktu antara adzan dan iqamah menjadi kesempatan singkat yang sering terlewatkan. Padahal, momen ini termasuk waktu mustajab untuk menyampaikan doa kepada Allah.
Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi.
Turunnya hujan bukan hanya membawa kesejukan, tetapi juga menjadi tanda turunnya rahmat Allah. Karena itu, momen ini dianjurkan untuk dimanfaatkan dengan memperbanyak doa.
Turunnya hujan menjadi waktu penuh rahmat. Pada saat ini, doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh kemuliaan yang dinanti umat Islam. Pada malam ini, doa dan ibadah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.
Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi kesempatan istimewa untuk berdoa, terutama di bulan Ramadan.
Waktu berbuka puasa menjadi momen penuh rasa syukur setelah menahan lapar dan dahaga. Pada saat ini, doa memiliki keutamaan khusus untuk dikabulkan.
Doa orang yang berpuasa saat berbuka termasuk yang tidak tertolak, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah.
Menjelang akhir shalat, seorang Muslim berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan doa sebelum salam.
Waktu sebelum salam di akhir shalat wajib menjadi salah satu waktu terbaik untuk berdoa, sebagaimana dijelaskan para ulama.
Hari Arafah menjadi salah satu hari paling utama dalam Islam, terutama bagi jamaah haji. Namun, keutamaannya juga berlaku bagi seluruh umat Islam untuk memperbanyak doa.
Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah disebut sebagai waktu terbaik untuk berdoa, baik bagi jamaah haji maupun umat Islam secara umum.
Ada waktu tertentu yang disebut dalam riwayat sahabat sebagai momen dikabulkannya doa. Salah satunya adalah hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar.
Waktu ini disebutkan dalam riwayat sahabat Jabir bin Abdillah, ketika Rasulullah SAW berdoa dan doanya dikabulkan.
Hari Jumat memiliki banyak keutamaan, termasuk adanya satu waktu mustajab untuk berdoa. Momen ini menjadi kesempatan yang dianjurkan untuk tidak dilewatkan.
Terdapat satu waktu mustajab di hari Jumat. Para ulama menyebutkan dua waktu yang paling kuat, yaitu saat khutbah hingga selesai shalat Jumat, dan setelah Ashar hingga Maghrib.
Air zamzam dikenal sebagai air penuh keberkahan dalam Islam. Saat meminumnya, umat Muslim dianjurkan menyertakan doa dan niat baik.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ (1)) ، وَإِنِّيْ لَمَّا شَرِبتُ، سَأَلْتُ اللهَ عِلْماً نَافِعاً
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: bahwa khasiat air zam-zam itu sesuai dengan niat peminumnya, maka, saat meminumnya, aku memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat.” (Lihat Siyar A’lam an-Nubala 14/370)
Dalam berdoa, seorang Muslim dianjurkan memperhatikan adab-adab yang telah diajarkan agar permohonannya lebih berpeluang dikabulkan oleh Allah SWT.
Dilansir dari laman Kemenag, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin (Beirut, Daru Ibn Hazm: 2005), juz I halaman 361–364, menjelaskan terdapat 10 adab berdoa yang perlu diperhatikan.
Berdoa pada waktu-waktu yang dimuliakan menjadi salah satu kunci terkabulnya doa. Momen seperti sepertiga malam terakhir menjadi waktu terbaik untuk mendekat kepada Allah.
يَنْزِلُ اللَّهُ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيرِ، فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Allah Swt turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari Muslim)
Selain waktu, kondisi tertentu juga menjadi momen yang tepat untuk berdoa. Misalnya saat hujan, puasa, atau di antara adzan dan iqamah.
الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ
Artinya: “Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. at-Tirmidzi)
Menghadap kiblat saat berdoa merupakan salah satu adab yang dianjurkan. Sikap ini menunjukkan kesungguhan dan penghormatan kepada Allah.
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
Dalam berdoa, umat Islam dianjurkan menjaga kelembutan suara. Doa sebaiknya dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati, tidak berlebihan.
سَيَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ
Artinya: “Akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdoa.” (HR. Abu Dawud)
Berdoa tidak perlu dibuat-buat dengan susunan kata yang berlebihan. Kesederhanaan justru lebih mencerminkan ketulusan.
سَيَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ
Artinya: “Akan ada kaum yang melampaui batas..." (HR. Abu Dawud)
Doa akan lebih bermakna jika disertai hati yang khusyuk. Sikap ini menunjukkan kerendahan diri di hadapan Allah.
إِذَا أَحَبَّ اللّٰهُ عَبْدًا ابْتَلَاهُ حَتَّى يَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ
Artinya: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan.” (HR. Ad-Dailami)
Keyakinan menjadi bagian penting dalam berdoa. Seorang Muslim dianjurkan percaya bahwa Allah akan mengabulkan doanya.
ادْعُوا اللّٰهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ
Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. at-Tirmidzi)
Doa perlu dipanjatkan dengan kesungguhan tanpa terburu-buru. Sikap sabar menjadi kunci agar tidak mudah putus asa.
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي. فَإِذَا دَعَوْتَ فَاسْأَلِ اللّٰهَ كَثِيرًا، فَإِنَّكَ تَدْعُو كَرِيمًا
Artinya: "Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: ‘Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.’ Maka apabila engkau berdoa, mintalah kepada Allah dengan banyak, karena sesungguhnya engkau memohon kepada Dzat Yang Maha Pemurah.” (HR. Bukhari Muslim)
Mengawali doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat menjadi adab yang dianjurkan. Hal ini menunjukkan penghormatan sebelum menyampaikan permohonan.
مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ ﷺ يَسْتَفْتِحُ الدُّعَاءَ إِلَّا اسْتَفْتَحَهُ بِقَوْلِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الْوَهَّابِ
Artinya: "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah membuka doa kecuali beliau memulainya dengan ucapan: ‘Subhana rabbiyal ‘aliyyil a‘lal Wahhab (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi lagi Maha Pemberi)." (HR. Ahmad)
Adab terakhir yang paling utama adalah membersihkan hati melalui taubat dan keikhlasan. Hal ini menjadi kunci utama agar doa lebih dekat untuk dikabulkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang