KOMPAS.com – Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks, umat Islam terus mencari amalan yang mampu menghadirkan ketenangan sekaligus menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan.
Salah satu yang kerap diamalkan adalah Sholawat Munjiyat, sebuah bacaan sholawat yang dikenal luas sebagai doa keselamatan dari berbagai musibah dan kesempitan hidup.
Tidak hanya populer di kalangan pesantren, Sholawat Munjiyat juga sering dibaca dalam majelis dzikir, tahlil, hingga amalan harian.
Lantas, bagaimana bacaan lengkapnya, makna yang terkandung di dalamnya, serta keutamaannya menurut para ulama?
Dalam ajaran Islam, sholawat memiliki posisi yang sangat istimewa. Allah SWT bahkan secara langsung memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Ahzab ayat 56.
Perintah ini menunjukkan bahwa sholawat bukan sekadar amalan sunnah biasa, melainkan bentuk ibadah yang mengandung dimensi cinta, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT.
Dalam buku Mukjizat dan Rahasia Sholawat Nabi, Abu Ameenah Bilal Philips menjelaskan bahwa sholawat merupakan salah satu wasilah turunnya rahmat Allah kepada manusia.
Sementara itu, dalam Keajaiban Sholawat Nabi, KH Muhammad Sholikhin menegaskan bahwa memperbanyak sholawat dapat membuka pintu keberkahan hidup, termasuk kelapangan rezeki dan ketenangan hati.
Baca juga: Sholawat Jibril, Mudah Diamalkan dan Diyakini Memiliki Banyak Keutamaan
Secara bahasa, kata “Munjiyat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “penyelamat”. Dengan demikian, Sholawat Munjiyat dapat dimaknai sebagai sholawat yang memohon keselamatan dari berbagai kesulitan, bencana, dan cobaan hidup.
Dalam tradisi keilmuan Islam, sholawat ini juga dikenal sebagai salah satu bentuk doa komprehensif karena mencakup permohonan dunia dan akhirat sekaligus.
Menurut kitab Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafais karya Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri, penamaan Sholawat Munjiyat berkaitan dengan pengalaman spiritual seorang ulama yang selamat dari badai laut setelah membaca sholawat ini.
Berikut bacaan Sholawat Munjiyat dalam Arab, latin, dan artinya:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ
Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî'il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî'al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî'is sayyiât wa tarfa'unâ bihâ 'indaka a'lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî'il khairâti fil hayâti wa ba'dal mamât. Innaka 'ala kulli syaiin qadir.
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan sholawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan menakutkan dan dari semua cobaan. Dengan sholawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami, dengan sholawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan, dengan sholawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat yang paling tinggi, dengan sholawat itu, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya."
Baca juga: Keutamaan Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat
Jika dicermati lebih dalam, setiap kalimat dalam Sholawat Munjiyat mengandung pesan teologis yang kuat.
Pertama, frasa tunjînā bihā min jamī’il ahwāl wal āfāt menegaskan bahwa keselamatan hidup sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT. Sholawat menjadi sarana untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bahaya.
Kedua, bagian taqdhi lanā bihā jamī’al hājāt menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan manusia, baik material maupun spiritual hanya dapat terpenuhi dengan izin Allah.
Ketiga, frasa tuthahhirunā bihā min jamī’is sayyiāt mengandung makna penyucian diri. Dalam perspektif tasawuf, ini berkaitan dengan proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa dzikir dan sholawat yang dibaca dengan kesadaran hati mampu memberikan dampak spiritual yang jauh lebih besar dibanding sekadar lisan.
Dalam kitab Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ‘ala al-Basyir wa an-Nadzir, karya Syekh Umar bin Ali al-Fakihani, disebutkan kisah seorang ulama tarekat Syadziliyah, Syekh Musa ad-Dharir, yang selamat dari badai dahsyat di laut.
Dalam riwayat tersebut, ia bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang mengajarkan bacaan sholawat ini. Setelah dibaca bersama para penumpang kapal, badai pun mereda atas izin Allah.
Kisah ini kemudian menjadi dasar penamaan “Munjiyat” yang berarti penyelamat.
Berbagai literatur klasik dan kontemporer menyebutkan sejumlah keutamaan Sholawat Munjiyat.
Baca juga: Bacaan Lengkap Sholawat Asyghil dan Artinya
Tidak ada ketentuan baku dalam jumlah bacaan Sholawat Munjiyat. Namun dalam tradisi ulama, terdapat beberapa pola amalan yang umum dilakukan.
Sebagian membaca 11 kali setelah sholat untuk kelancaran rezeki. Ada pula yang mengamalkan 100 kali untuk kemudahan urusan.
Bahkan dalam kondisi tertentu, sholawat ini dibaca hingga ratusan kali dalam satu majelis ketika menghadapi kesulitan besar.
Namun demikian, para ulama menekankan bahwa yang paling utama adalah keikhlasan dan konsistensi. Sebab, kualitas doa tidak ditentukan oleh jumlah, melainkan oleh kehadiran hati.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, sholawat menjadi ruang refleksi yang menenangkan.
Ia bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga sarana membangun ketenangan batin dan keteguhan iman.
Sholawat Munjiyat, dengan kandungan maknanya yang dalam, mengajarkan bahwa setiap kesulitan memiliki jalan keluar. Bahwa di balik setiap ujian, selalu ada pertolongan Allah yang menanti.
Pada akhirnya, mengamalkan sholawat bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kesadaran spiritual bahwa manusia membutuhkan pertolongan Ilahi dalam setiap langkah kehidupannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang