Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Sebelum Tidur Sesuai Sunnah, 4 Amalan Rasulullah yang Dianjurkan

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang tidur, banyak orang menganggapnya sekadar rutinitas melepas lelah setelah aktivitas panjang.

Padahal dalam ajaran Islam, momen sebelum terlelap justru menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di sinilah doa sebelum tidur memiliki makna yang lebih dalam—bukan hanya sebagai penutup hari, tetapi juga sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta.

Dalam kondisi paling lemah, saat manusia tidak lagi sadar sepenuhnya, seorang Muslim diajarkan untuk tetap mengingat Allah.

Lantas, bagaimana bacaan doa sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah SAW? Dan apa saja amalan yang dianjurkan agar tidur bernilai ibadah?

Baca juga: Bacaan Doa Pagi Rasulullah SAW Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Hakikat Doa Sebelum Tidur dalam Islam

Dalam berbagai literatur keislaman, doa disebut sebagai inti dari ibadah. Hal ini juga dijelaskan dalam buku Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, bahwa doa merupakan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia sekaligus wujud ketergantungan kepada Allah SWT.

Ketika seseorang berdoa sebelum tidur, ia sejatinya sedang menyerahkan hidup dan matinya kepada Allah.

Tidur dalam Islam bahkan kerap diibaratkan sebagai “kematian sementara”, sehingga doa menjadi bentuk perlindungan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Rasulullah SAW sendiri, meski telah dijamin keselamatannya oleh Allah, tetap konsisten berdoa dalam setiap kondisi.

Ini menjadi teladan bahwa tidak ada kebutuhan yang terlalu kecil untuk dipanjatkan kepada Allah.

Baca juga: 5 Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Amalan Harian Penuh Makna

Bacaan Doa Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah

Salah satu doa yang paling sederhana namun penuh makna diriwayatkan dalam hadits shahih:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Bismika Allāhumma amūtu wa ahyā

Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam buku 50 Doa Harian Anak Muslim Cerdas karya Muhammad Bayu dijelaskan bahwa doa ini mengandung makna tauhid yang kuat, yaitu kesadaran bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.

Membaca doa ini sebelum tidur juga memberikan ketenangan batin, karena seseorang menyadari bahwa dirinya berada dalam penjagaan Allah.

Sunnah Rasulullah Sebelum Tidur

Selain membaca doa, Rasulullah SAW juga mencontohkan sejumlah amalan sunnah sebelum tidur.

Amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak spiritual dan psikologis yang besar.

Dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham disebutkan bahwa rutinitas sebelum tidur yang dicontohkan Rasulullah merupakan cara untuk menjaga hati tetap hidup dalam zikir.

1. Berwudu sebelum tidur

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidur dalam keadaan suci. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa orang yang tidur dalam keadaan berwudu akan dijaga oleh malaikat sepanjang malam.

2. Membersihkan tempat tidur

Beliau juga mencontohkan untuk mengibaskan tempat tidur sebelum digunakan, sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus menjaga kebersihan.

3. Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi dikenal sebagai ayat perlindungan. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang membacanya sebelum tidur akan dijaga dari gangguan setan hingga pagi hari.

4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Ketiga surah ini sering disebut sebagai Al-Mu’awwidzat, yaitu surah perlindungan. Rasulullah membaca dan meniupkannya ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh.

Baca juga: 7 Doa Sebelum Ujian agar Lancar, Mudah Ingat, dan Hasil Terbaik

Empat Amalan Ringan Sebelum Tidur

Dalam riwayat yang dikutip dari buku Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat kepada putrinya, Fatimah Az-Zahra, tentang amalan sebelum tidur.

Awalnya, nasihat tersebut terdengar berat, seperti mengkhatamkan Al-Qur’an atau melakukan haji. Namun Rasulullah menjelaskan bahwa semua itu dapat dilakukan dengan amalan sederhana:

Membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali

Amalan ini memiliki keutamaan besar, bahkan disebut sebanding dengan membaca sepertiga Al-Qur’an.

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad

Artinya: Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

Allāhuṣ-ṣamad

Artinya: Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Lam yalid wa lam yụlad

Artinya: Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Membaca sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allaahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."

Sholawat menjadi sebab turunnya rahmat dan syafaat Nabi.

Memohon ampun untuk kaum Muslimin

Doa ini mencerminkan kepedulian sosial dalam Islam, sekaligus memperluas pahala.

Membaca zikir tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir

Berikut adalah bacaan zikir yang dimaksud:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Zikir ini menjadi rangkaian pujian kepada Allah yang sangat dianjurkan sebelum tidur.

Baca juga: Doa Jumat Pagi Penuh Makna: Memohon Keteguhan Iman dan Rahmat Allah di Hari Mulia

Mengapa Amalan Ini Penting?

Dalam buku Psikologi Ibadah karya Prof. Dr. Zakiah Daradjat dijelaskan bahwa aktivitas spiritual sebelum tidur dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur.

Dari sisi keimanan, amalan ini juga menjadi cara menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah, bahkan saat tubuh sedang beristirahat.

Menjadikan Tidur sebagai Ibadah

Tidur sering dianggap sebagai aktivitas pasif, padahal dalam Islam ia bisa bernilai ibadah jika diawali dengan niat dan amalan yang benar.

Doa dan zikir sebelum tidur bukan sekadar rutinitas, melainkan cara untuk menutup hari dengan penuh kesadaran spiritual.

Dengan mengamalkan doa serta sunnah Rasulullah sebelum tidur, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan ketenangan, tetapi juga perlindungan dan pahala.

Pada akhirnya, tidur bukan lagi sekadar istirahat, melainkan bagian dari perjalanan menuju kedekatan dengan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
2 Makapai Nyatakan Warga Iran Kini Dilarang Masuk UEA Tanpa Golden Visa
2 Makapai Nyatakan Warga Iran Kini Dilarang Masuk UEA Tanpa Golden Visa
Aktual
Masa Tunggu Haji Kota Bandung Tembus 27 Tahun: Daftar Usia 12 Bari Bisa Berangkat di Usia 39
Masa Tunggu Haji Kota Bandung Tembus 27 Tahun: Daftar Usia 12 Bari Bisa Berangkat di Usia 39
Aktual
Hikmah Ketentuan Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat, Tidak Hanya Sekadar Melaksanakan Rukun Islam
Hikmah Ketentuan Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat, Tidak Hanya Sekadar Melaksanakan Rukun Islam
Aktual
 Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah yang Perlu Diketahui Umat Islam
Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah yang Perlu Diketahui Umat Islam
Aktual
Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Aktual
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
Aktual
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Aktual
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Aktual
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
Doa dan Niat
 7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
Aktual
4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas
4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas
Aktual
Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah
Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah
Aktual
10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
Doa dan Niat
Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com