Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Gedung Yudikatif dan Legislatif di IKN Masuk Land Clearing

Kompas.com, 30 Maret 2026, 20:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan gedung yudikatif dan legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini telah memasuki tahap awal berupa land clearing atau pembersihan lahan.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum konstruksi utama dimulai.

Hal itu disampaikan Basuki usai Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (30/3/2026).

“Baru (gedung yudikatif dan legislatif) land clearing (pembersihan lahan), mungkin habis Lebaran ini baru digas,” ujar Basuki.

Dia menjelaskan, setelah tahap pembersihan lahan rampung, proyek akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, yakni pekerjaan fondasi.

“Kalau yang sekarang sudah, persiapan lapangannya sudah land clearing, baru mau ke fondasi,” kata dia.

Baca juga: Setahun Tinggal di IKN, Basuki: Top!

Basuki menuturkan, percepatan pembangunan akan dilakukan setelah periode Lebaran, seiring dengan kesiapan lapangan yang telah disiapkan sebelumnya.

Pembangunan gedung yudikatif dan legislatif merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN.

Nantinya, gedung-gedung ini akan melengkapi fungsi eksekutif dalam mendukung operasional pemerintahan di ibu kota baru.

OIKN pun memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan, dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis di lapangan.

Beres 2028

Sementara sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan gedung eksekutif dan yudikatif di IKN rampung pada 2028.

Dia mengatakan, Prabowo juga menunjukkan komitmennya dalam melanjutkan pembangunan IKN yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan apa namanya fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di tahun 2028," ujar Prasetyo usai menghadiri peresmian SMA Taruna Nusantara di Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau