Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Momentum Idulfitri 1447 H menjadi saksi bisu bagaimana Ibu Kota Nusantara (IKN) bertransformasi dari sekadar proyek infrastruktur menjadi mesin uang baru bagi rakyat kecil.
Angkanya tidak main-main, omzet pedagang kaki lima hingga kafe di IKN melonjak hingga ribuan persen hanya dalam hitungan hari.
Hal ini terjadi pada seorang pedagang dawet ayu yang mengantongi belasan juta rupiah dalam sehari.
Baca juga: Tol IKN Beroperasi Penuh Tahun 2027, Pangkas Waktu Jadi 30-45 Menit
Wahyu, pemilik lapak "Bang Brewok" di area Plaza Seremoni, menjadi salah satu saksi hidup fenomena ini.
Pada hari biasa, ia hanya melayani segelintir pekerja proyek, namun saat libur Lebaran, omzetnya menyentuh angka Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per hari.
Cerita yang lebih fantastis datang dari Nita, pemilik Café Sepaku Empat. Ia mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan.
"Awalnya omzet sekitar Rp 1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per hari," ungkapnya.
Produk andalannya adalah mochi, makanan kenyal yang jadi rebutan anak-anak pengunjung IKN.
Baca juga: Hingga Selasa, IKN Dikunjungi 143.126 Orang, dari Banjarmasin hingga Taiwan
Sektor kuliner lain seperti D’sweet Nusantara bahkan mencatat angka hingga Rp 20 juta per hari berkat menu Bakwan Malang yang kini menjadi "legenda lokal" di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Bagi para pengunjung, belum ke IKN rasanya jika belum menyantap bakwan tersebut.
Tingginya angka-angka omzet dan kunjungan 143.126 orang ke IKN bukan tanpa alasan. Otorita IKN memadukan wisata proyek dengan aktivasi budaya.
Sambil menyantap kuliner, pengunjung disuguhi petikan alat musik sape yang magis dan peragaan busana khas Dayak.
Suasana "kota besar" diklaim mulai terasa di tempat yang beberapa tahun lalu masih berupa hutan belantara.
Baca juga: Pengunjung Wajib Patuhi Protokol Ketat Masuk Istana Negara IKN
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan bahwa fenomena ini adalah sinyal kuat bagi masa depan ekonomi IKN.
"Ini bukan sekadar berkah musim liburan, namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha di sini," ujar Troy saat memantau keramaian di KIPP, Sabtu (28/03/2026).
Faktor utama di balik serbuan ratusza ribu pengunjung ini adalah terbukanya akses jalan tol.
Pengunjung dari Balikpapan kini bisa mencapai IKN dengan waktu yang jauh lebih singkat, membuat perjalanan wisata ke ibu kota baru menjadi pilihan logis bagi keluarga.
Baca juga: Kementerian PU Danai Jembatan Sungai Riko, Konektivitas Menuju IKN
Bagi warga lokal seperti Hambali dari Penajam, IKN kini bukan lagi tempat yang asing atau menakutkan.
"Begitu masuk sini saya kaget, melihat pembangunan yang katanya di tengah hutan, ternyata luar biasa. Kita dihibur, ada kafe, tidak perlu takut lapar dan haus," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya