Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Rencana Efisiensi Anggaran di IKN akibat Konflik Timur Tengah

Kompas.com, 31 Maret 2026, 11:20 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana efisiensi anggaran mencuat di tengah meningkatnya kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan, pihaknya membuka opsi efisiensi anggaran sebagai bagian dari langkah penyesuaikan.

Dia menegaskan, efisiensi bukan hanya dilakukan OIKN, melainkan juga menjadi langkah yang perlu dilakukan seluruh lembaga negara dalam menghadapi tekanan global.

"Saya kira tidak hanya di IKN, di sini [(DPR) pun juga efisiensi kan? Jadi saya kira itu policy (kebijakan) umum. Jadi untuk kita selain nanti ada WFH (work from home/kerja dari rumah) misalnya, ada penghematan listrik, ada yang lain-lain pokoknya," ungkap Basuki.

Baca juga: Sudah 2.000 ASN Tinggal dan Bekerja di IKN

Pernyataan itu disampaikan Basuki Hadimuljono usai Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya, Komisi II DPR RI mewanti-wanti terkait potensi tekanan dana pembangunan IKN di tengah-tengah konflik yang bergejolak di Timur Tengah.

Menurut Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, dinamika global tersebut berpotensi memengaruhi harga bahan bangunan hingga bahan bakar minyak (BBM), yang pada akhirnya berdampak pada proyek pembangunan IKN.

“Keinginan kita mengejar 2028 Ibu Kota Nusantara sebagai Ibu Kota Politik, sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, ini pasti dinamikanya juga sangat tinggi. Saya yakin juga harga bangunan, pekerjaan konstruksi dan seterusnya pasti juga akan terkoreksi dengan ini,” ujar Rifqi.

Terobosan Pendanaan

Maka dari itu, Rifqy pun mendorong Otorita IKN mencari alternatif pendanaan, termasuk memanfaatkan potensi sumber daya di IKN.

Menurutnya, potensi sumur minyak di Kutai Kartanegara serta sektor pelabuhan dapat dioptimalkan sebagai sumber penerimaan.

“Kalau posisi ini bisa dimaksimalkan, kami berharap tentu Otorita IKN bisa menciptakan penerimaannya sendiri,” tandas Rifqy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau