Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adu Strategi Dua Bank Syariah Jualan Emas

Kompas.com, 15 Januari 2026, 10:10 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya minat masyarakat terhadap emas membuat dua bank syariah nasional yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Bank Muamalat Tbk gencar menyasar bisnis emas syariah.

Tingginya minat masyarakat terhadap emas tecermin dari melonjaknya harga emas pada tahun lalu baik secara global maupun nasional.

Berdasarkan laporan World Gold Council (WGC), harga emas dunia mencatatkan imbal hasil tahunan sebesar 67 persen sepanjang 2025 dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.449 per troy ons pada Desember 2025.

Sementara di dalam negeri, harga emas Antam pada 1 Januari 2025 sebesar Rp 1.524.000 per gram lalu melonjak menjadi Rp 2.501.000 per gram pada 31 Desember 2025.

Baca juga: Sentimen Inflasi AS dan Geopolitik Dongkrak Harga Emas dan Perak

Pemerintah juga memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui pembentukan Bank Emas atau bullion bank. BSI menjadi bank emas pertama di Indonesia.

Tercatat, sejak dilaunching pada 26 Februari 2025, harga emas bullion meningkat pesat hingga 56,22 persen secara year to date.

Meningkatnya permintaan emas di dalam negeri membuat BSI maupun Bank Muamalat mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, namun dengan strategi dan segmentasi yang tidak sepenuhnya sama.

BSI mengandalkan model bank emas atau bullion bank yang terintegrasi secara digital melalui aplikasi mobile banking BYOND by BSI.

Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI mengantongi izin perdagangan emas, penjualan emas, dan penitipan emas, sehingga mampu menawarkan layanan yang relatif lengkap dalam satu ekosistem.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengatakan, hingga Desember 2025, penjualan emas BSI melalui BYOND menembus 2,18 ton, dengan jumlah nasabah khusus bullion bank mencapai lebih dari 500.000 orang.

"Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500.000 yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Basis nasabah bullion bank BSI yang didominasi generasi Z dan milenial itu sejalan dengan strategi BSI yang menekankan kemudahan akses digital, transaksi real time 24 jam, serta nilai investasi awal yang relatif rendah, mulai dari sekitar Rp 50.000.

Kepemilikan emas digital di BSI tersebut didukung penyimpanan fisik di smart vault bank, sehingga aspek keamanan menjadi salah satu nilai jual utama.

Selain transaksi jual beli, BSI juga menawarkan produk turunan seperti cicil emas dan gadai emas.

Produk ini dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau