Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adopsi AI di Industri Kesehatan Perlu Perhatikan Kedaulatan Data

Kompas.com, 4 Februari 2026, 20:44 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Transformasi digital berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan membuka peluang besar bagi peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.

Namun, di tengah meningkatnya digitalisasi data medis, isu kedaulatan data dan kepatuhan regulasi sehingga menjadikan infrastruktur lokal sebagai kebutuhan utama.

Infrastruktur lokal yang andal diharapkan menjadi fondasi penting untuk memastikan pengelolaan data medis tetap aman dan terkontrol.

Baca juga: Deepfake dan Penipuan AI Ancam Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.Shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.

Menjawab tantangan tersebut, IDCloudHost (IDCH) memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem teknologi nasional melalui kolaborasi strategis dengan Edelweiss Healthcare Group.

Kolaborasi ini menghadirkan infrastruktur AI lokal yang dirancang untuk mendukung sistem layanan kesehatan yang aman, teregulasi, dan berdaulat.

Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan private cloud on-premise sebagai fondasi pengelolaan data kesehatan dan pengembangan sistem berbasis AI.

Dengan pendekatan ini, seluruh data dan sistem AI tetap berada di dalam yurisdiksi Indonesia serta dikelola sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Masih Ada 36 Kecamatan Tanpa Puskesmas, Kemenkes Akui Layanan Kesehatan Dasar Belum Merata

Melalui infrastruktur AI lokal, institusi layanan kesehatan dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan tanpa harus bergantung pada layanan luar negeri.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga kontrol penuh atas data pasien sekaligus memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perlindungan data kesehatan nasional.

IDCloudHost bersama Edelweiss Healthcare Group sebagai mitra di sektor kesehatan dengan visi jangka panjang dalam menghadirkan layanan medis berkualitas tinggi.

Ilustrasi layanan kesehatan.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi layanan kesehatan.

Kesiapan Edelweiss dalam mengadopsi teknologi AI secara bertanggung jawab menjadi landasan kuat bagi kolaborasi ini.

Baca juga: Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Kimia Farma Sebar Layanan Kesehatan ke Pelosok

CEO IDCloudHost Alfian Pamungkas Sakawiguna, menegaskan bahwa kedaulatan data merupakan aspek fundamental dalam transformasi digital sektor kesehatan.

“Di era AI, pemanfaatan teknologi kesehatan harus dibangun di atas infrastruktur lokal yang teregulasi dan independen. Tentu, hal ini penting untuk memastikan data pasien tetap aman, berdaulat, dan patuh terhadap regulasi Kementerian Kesehatan,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Alfian menambahkan, kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.

“Kolaborasi ini bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi tentang membangun fondasi digital yang kuat dan berdaulat untuk layanan kesehatan di Indonesia. Infrastruktur AI lokal yang aman dan teregulasi akan membuka ruang inovasi sekaligus menjaga kepercayaan pasien dan institusi,” tambah Alfian.

Baca juga: Dukung Layanan Kesehatan, PTPP Dukung Proyek RS Harapan Kita-Tokushukai Senilai Rp 863,8 Miliar

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau