DENPASAR, KOMPAS.com – Konsumsi energi rumah tangga di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) diperkirakan meningkat selama periode Ramadhan hingga Idulfitri 2026.
Peningkatan ini seiring dengan aktivitas masyarakat yang cenderung lebih tinggi selama bulan puasa hingga perayaan Lebaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kebutuhan energi rumah tangga diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan hari normal.
Baca juga: Jamin Tak Naikkan Harga BBM, Purbaya: Saya Punya Uang Cukup Banyak
“Konsumsi minyak tanah diperkirakan naik 7,3 persen dari rata-rata normal 375 kiloliter per hari,” kata Ahad, Selasa (17/3/2026) dalam keterangannya.
Sementara itu, konsumsi elpiji juga diperkirakan meningkat sebesar 3,5 persen dari konsumsi normal harian yang mencapai 6.567 metrik ton di wilayah Jatimbalinus.
Secara perinci, kenaikan konsumsi elpiji diperkirakan terjadi di hampir seluruh provinsi di wilayah tersebut.
Di Jawa Timur, konsumsi elpiji diprediksi meningkat 3,9 persen dari rata-rata konsumsi harian sebesar 5.318 metrik ton.
Kemudian di Bali diperkirakan naik 2,2 persen dari rata-rata konsumsi harian 960 metrik ton.
Sementara di Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat 1,4 persen dari rata-rata 508 metrik ton per hari, dan di Nusa Tenggara Timur (NTT) naik 3,3 persen dari rata-rata 8 metrik ton per hari.
Selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri, Pertamina memastikan ketersediaan elpiji di seluruh agen elpiji dalam kondisi aman.
“Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Ramadhan dan Idul Fitri. Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan,” ujar Ahad.
Untuk mendukung kelancaran distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang dimiliki, termasuk jaringan agen elpiji.
Total terdapat 1.296 agen elpiji yang disiagakan di wilayah Jatimbalinus, dengan rincian 909 agen di Jawa Timur, 37 agen di Bali, 31 agen di NTB, dan 3 agen di NTT.
Baca juga: Thailand Naikkan Harga BBM Bertahap, Subsidi Energi Tertekan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang